Jumlah Impor Beras Premium Mencapai 472.000 Ton per Tahun

- detikFood Senin, 12 Mei 2014 15:16 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Banyaknya beras premium non lokal yang masuk ke Indonesia membuat pemerintah akan menyetok impor beras selama 6 bulan. Pasalnya beras premium ini diduga hasil selundupan yang belum jelas izinnya. Padahal sebagai negara agraris Indonesia mampu swasembada beras.

Beras premium merupakan beras yang memiliki kualitas tampilan yang baik, cenderung bersih dan tidak ada kotorannya sama sekali. Jenis beras premium seperti Thai Hom Mali dan Basmati, Japonica merupakan beras premium asal Thailand, India dan Jepang yang biasa di impor ke Indonesia. Padahal Indonesia pun memiliki beras lokal yang kualitasnya baik seperti beras solok, beras ramos, beras menthik wangi dan rajalele.

Dengan beragam jenis dari beras premium lokal tentunya Indonesia sebenarnya tidak perlu mengimpor dalam jumlah banyak. Karena sebenarnya impor beras dalam jumlah banyak hanya untuk menstabilisasikan harga, penanggualangan keadaan darurat dan kerawanan pangan.

Seperti yang dilansir Detik Finance (12/05/2014), menurut salah satu pedagang beras, kebutuhan beras khusus per tahunnya hanya mencapai sekitar 2.000 ton. Nmaun pada tahun 2013, pemerintah memberikan izin impor beras khusus kepada importir mencapai 472.000 ton.

Padahal, beras premium biasanya hanya digunakan pada tempat-tempat tertentu saja seperti hotel dan restoran. Hal ini telah menjadi tanda tanya beberapa pedagang di Pasar Induk Cipinang Jakarta Timur padahal pasarnya terbatas dan harganya cukup tinggi.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip dalam Detik Finance realisasi impor beras premium pada tahun 2013 yaitu 1006304000 atau Beras Thai Hom Mali sebanyak 23.117,8 dan 1006309900 atau Beras Basmati, Japonica, hibah sebanyak 47.867,1 ton (premium).

Lebih baik mengonsumsi beras lokal dengan kualitas baik daripada harus mengonsumsi beras impor. Padahal, jika kita mengonsumsi beras premium atau lokal Indonesia berarti kita juga berkontribusi dalam memakmurkan petani Indonesia.




(dni/odi)