Sebuah studi dilakukan oleh para peneliti di University of Minnesota dan Duke University di Durham, North Carolina, Amerika Serikat. Mereka menemukan bahwa ada hubungan antara konsumsi minuman olahraga dan berenergi serta konsumsi minuman manis lainnya dengan perilaku merokok dan bermain game berlebihan.
Peneliti mensurvei sekitar 2.800 remaja di sekolah menengah dan tinggi di Minneapolis, St. Paul Area. Sekitar 38 persen mengatakan mereka mengonsumsi minuman olahraga minimal sekali dalam seminggu. Sekitar 15 persen mengatakan mereka mengonsumsi minuman berenergi setidaknya seminggu sekali.
Anak laki-laki yang mengonsumsi minuman berenergi sekali seminggu memiliki kebiasaan menghabiskan sekitar empat jam per minggu untuk bermain video. Dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi minuman tersebut. Sekitar 20 persen dari anak laki-laki dan perempuan yang sering mengonsumsi minuman energi mengatakan mereka telah merokok.
Namun, studi dalam Journal of Nutrition Education and Behavior ini dilakukan pada waktu yang sama, sehingga para peneliti tidak dapat mengatakan mana yang lebih dulu terjadi. Konsumsi minuman berenergi atau perilaku tidak sehatnya.
"Berdasarkan studi ini, kita tidak dapat menyalahkan minuman olahraga ataupun minuman berenergi. Hanya saja remaja yang tidak terfokus pada perilaku sehat lebih mungkin untuk mengonsumsi minuman ini secara teratur," tutur Jason Block, selaku asisten profesor dari population medicine di Harvard Medical School.
Para peneliti mencatat bahwa paparan remaja terhadap iklan TV untuk minuman energi meningkat 20 persen pada tahun 2009 dan 2010.
"Para orangtua diharapkan dapat mengajarkan anak untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang lebih sehat dengan memilih minuman yang lebih sehat seperti air putih," jelas Nicole Larson dari University of Minnesota's School of Public Health.
The American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa minuman olahraga tidak diperlukan untuk atlet muda karena minuman ini mengandung gula yang dapat menimbulkan kenaikan berat badan serta kerusakan gigi.
Lebih baik memberikan air mineral untuk menghidrasi anak-anak atau untuk menggantikan cairan tubuh. AAP tidak merekomendasikan minuman energi untuk anak-anak atau remaja karena minuman ini mengandung stimulan seperti kafein yang mungkin memiliki efek kesehatan yang merugikan pada sistem saraf dan jantung dalam jangka waktu yang panjang.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN