"Meningkatnya kadar karbon dioksida di dunia akan memberikan efek terhadap kandungan nutrisi dari tanaman. Uji coba ini dilakukan pada beberapa jenis tanaman seperti gandum, padi, jagung dan kedelai. Tingkat karbon dioksida yang tinggi secara signifikan dapat mengurangi kandungan nutrisi seperti zinc, zat besi dan protein hingga 10 persen pada tahun 2050 mendatang," tutur ketua tim peneliti Dr. Samuel Myers dari Harvard School of Public Health.
Seperti yang dilansir dalam BBC (08/05/2014), sekitar tiga dari populasi dunia sudah menderita akibat kekurangan zat besi dan zinc. Hal ini dikarenakan hampir 2 milyar orang mendapatkan sekitar 70 persen asupan protein, zat besi dan zinc dari biji-bijian dan kacang-kacangan.
"Makan lebih banyak untuk mengatasi penurunan nutrisi ini tidak akan menjadi solusi yang baik. Padahal jika menambah konsumsi bahan makanan ini untuk mencukupi kebutuhan zat besi, protein dan zinc maka hal ini dapat menimbulkan masalah penyakit metabolik," jelas Dr. Myres.
Para peneliti memang belum bisa membuktikan bahwa pemulihan lahan dengan memproduksi beras yang kurang sensitif terhadap karbon dioksida. "Akan tetapi mungkin rekayasa genetik dapat dilakukan untuk meningkatkan nutrisi tersebut." Jelas Dr. Myres.
Selain berkurangnya kandungan nutrisi, emisi karbon dioksida ini juga berdampak pada pemanasan global yang membuat iklim menjadi tidak menentu. Akibatnya dapat menimbulkan kekeringan yang berkepanjangan dan banjir.
Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), dampak pemanasan global dapat mengakibatkan produksi jagung, gandum dan beras akan turun selama abad ini.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN