Bubuk alkohol ini bernama Palcohol dan diciptakan oleh Mark Philips. Ide membuat bubuk alkohol datang dari keseharian Mark yang aktif sehingga tidak memungkinkan membawa bir atau minuman alkohol saat perjalanan.
Saat itulah ia datang dengan ide bubuk alkohol yang ia kembangkan bersama ilmuwan dari berbagai belahan dunia. Palcohol hanya mempunyai berat 30 gram dan 80 kalori per sachet, sehingga lebih mudah dibawa dibanding sebotol bir atau minuman lainnya.
Lewat perusahaan Lipsmark LLC yang berada di Tempe, Arizona, Amerika Serikat Mark mengembangkan beberapa varian seperti vodka, rum, cocktail cosmopolitan, mojito ,margarita, dan lemon drop. Semuanya dikatakan dibuat dengan ekstrasi minuman alkohol alami dengan perisa alami dan gula sukrosa.
Disebutkan Palcohol telah mendapatkan persetujuan distribusi dari The Alcohol and Tobacco Tax and Trade Bureau (TTB). Sayangnya pada Senin (21/04/2014) CNN melaporkan keputusan tersebut kembali ditarik menyusul peninjauan kembali berapa banyak bubuk yang harus dicampurkan ke dalam air. Tapi, label yang telah dikoreksi akan kembali dikirim.
Dalam website resminya (23/04/2014) Palcohol menyayangkan beberapa media yang salah memberitakan Palcohol dan melihatnya sebagai sesuatu yang berbahaya. Seperti misalnya menyebutkan bubuk tersebut mengandung 65 persen alkohol, padahal Palcohol hanya mengandung 10-12 persen alkohol.
Bagi masyarakat yang tidak sabar ingin mencoba, Palcohol berencana akan mulai dijual pada musim gugur dan tidak akan memberikan sampel sebelum waktu yang ditentukan. Tapi, ekstraksi minuman alkohol milik Mark bukanlah hal baru dalam industri minuman karena sebelumnya Pat's Backcountry Beverages membuat konsentrat bir dalam bentuk sirup yang bisa dicampur air untuk membuat bir.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN