Hati-hati, Restoran Cari Info tentang Calon Pelanggan lewat Google

Hati-hati, Restoran Cari Info tentang Calon Pelanggan lewat Google

- detikFood
Selasa, 22 Apr 2014 15:20 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Bayangkan ini. Suatu hari, Anda masuk ke sebuah restoran mewah yang belum pernah Anda datangi sebelumnya. Si penyambut tamu tiba-tiba mengucapkan selamat ulang tahun kepada Anda. Anda mungkin akan bingung: ia tahu dari mana?

Rupanya tak hanya pelanggan yang mencari tahu lewat Google tentang restoran yang akan ia kunjungi. Restoranpun bisa melakukan hal yang sama: mengetikkan nama pelanggan yang sudah melakukan reservasi di mesin pencari, lalu mengumpulkan informasi tentang mereka demi memberikan pelayanan yang lebih personal.

Contohnya adalah restoran Eleven Madison Park di New York City, Amerika Serikat. Pada sore hari, Justin Roller yang bertugas sebagai Maitre d'Hotel (kepala pelayan di restoran mewah) meng-Google semua nama tamu yang akan datang malam itu.

"Jika tamunya berasal dari Montana, dan saya tahu ada pelayan yang berasal dari sana, kami akan menempatkan mereka bersama," kata Roller kepada situs Grub Street (09/04/2014). Menurut General Manager Eleven Madison Park Kirk Kelewae, hal ini dilakukan untuk membangkitkan perasaan seperti disambut di rumah.

Sebenarnya, praktik ini sudah dilakukan sejak 1998, di mana internet belum digunakan secara luas seperti sekarang. Selain Eleven Madison Park, restoran kelas atas di Chicago, AS, seperti Alinea, Next, Moto, dan iNG juga mengaku meng-Google pelanggan mereka.

Sebagian orang mungkin merasa tersanjung dengan perlakuan demikian. Menurut survei CNN pada 2010, hampir 40% responden mengaku tak masalah jika restoran meng-Google mereka demi memberikan perlakuan istimewa. Sekitar 4% orang justru berharap restoran mencari informasi lebih dulu mengenai mereka.

Namun, beberapa orang lain justru merasa was-was dan privasinya terganggu. Sebanyak 16% peserta survei menganggap aneh jika restoran meng-Google mereka, tapi masih bisa menerimanya. Sementara itu, 15% responden menganggap hal ini menyeramkan.

Selain mencari tahu tentang pelanggan sebelum mereka datang, restoran juga mencatat informasi mengenai pelanggan setelah mereka bersantap. Misalnya tentang kesukaan, kebiasaan (misalnya senang duduk berlama-lama), pemberian tip, alergi yang diderita, dll. Menurut New York Times, ada ratusan restoran yang melakukan hal ini.

Kalau Anda sendiri, lebih suka restoran meng-Google nama Anda atau tidak?

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads