Lakukan Cara Ini Agar Anak Menyukai Makanan Sehat

Ulasan Khusus : Makanan Anak

Lakukan Cara Ini Agar Anak Menyukai Makanan Sehat

- detikFood
Selasa, 15 Apr 2014 18:29 WIB
Lakukan Cara Ini Agar Anak Menyukai Makanan Sehat
Foto: Thinkstock
Jakarta - Kebiasaan makan sehat perlu dilatih sejak dini untuknkesehatan anak saat dewasa. Namun, para orangtua seringkali dibuat gemas dengan anak yang sering menolak diberi makanan sehat dan malah memilih makanan minim nutrisi.

Pertama-tama, pastikan Anda sudah menerapkan pola makan sehat karena anak senang meniru. Selanjutnya, lakukan langkah-langkah berikut untuk membiasakan makan sehat di rumah:

Foto: Thinkstock

1. Makan rutin bersama keluarga

Foto: Getty Images
Mengetahui bahwa makan malam disajikan pada waktu yang sama setiap malam serta seluruh anggota keluarga akan duduk bersama adalah hal yang membuat nyaman dan meningkatkan nafsu makan. Sarapan juga baik dilakukan bersama, terutama karena anak-anak yang sarapan bisa belajar lebih baik di sekolah.  

Buat acara makan jadi menyenangkan. Duduk, nikmati hidangan, dan saling berbagi cerita. Kalau waktu makan tidak menyenangkan dan diisi pertengkaran, anak akan makan lebih cepat dan meninggalkan meja lebih awal. Kemudian, ia akan mengasosiasikan waktu makan dengan stres.  

1. Makan rutin bersama keluarga

Foto: Getty Images
Mengetahui bahwa makan malam disajikan pada waktu yang sama setiap malam serta seluruh anggota keluarga akan duduk bersama adalah hal yang membuat nyaman dan meningkatkan nafsu makan. Sarapan juga baik dilakukan bersama, terutama karena anak-anak yang sarapan bisa belajar lebih baik di sekolah.  

Buat acara makan jadi menyenangkan. Duduk, nikmati hidangan, dan saling berbagi cerita. Kalau waktu makan tidak menyenangkan dan diisi pertengkaran, anak akan makan lebih cepat dan meninggalkan meja lebih awal. Kemudian, ia akan mengasosiasikan waktu makan dengan stres.  

2. Memasak bersama anak

Foto: Getty Images
Ajak keluarga bersantap di luar jika ada acara spesial saja. Selebihnya, masaklah di rumah dan libatkan anak, misalnya dalam mengupas bawang atau wortel. Jika anak menunjukkan ketertarikannya di dapur, jangan langsung meragukan kemampuannya atau khawatir memasak akan berbahaya baginya.

Ketahui batasan anak dan dukunglah ia di dapur. Anak suka menyantap makanan yang mereka buat. Jika Anda melibatkan mereka saat memasak atau membuat camilan, mereka akan mau mencoba makanan baru, termasuk buah dan sayur.

2. Memasak bersama anak

Foto: Getty Images
Ajak keluarga bersantap di luar jika ada acara spesial saja. Selebihnya, masaklah di rumah dan libatkan anak, misalnya dalam mengupas bawang atau wortel. Jika anak menunjukkan ketertarikannya di dapur, jangan langsung meragukan kemampuannya atau khawatir memasak akan berbahaya baginya.

Ketahui batasan anak dan dukunglah ia di dapur. Anak suka menyantap makanan yang mereka buat. Jika Anda melibatkan mereka saat memasak atau membuat camilan, mereka akan mau mencoba makanan baru, termasuk buah dan sayur.

3. Ajak anak berbelanja

Foto: Getty Images
Saat Anda sedang tak terburu-buru, ajak anak berbelanja ke supermarket. Bawa ia ke area makanan segar seperti daging dan sayuran agar ia bisa mengetahui asal makanan dan mengeksplorasinya. Jika ada makanan yang menarik baginya, belilah, lalu biarkan anak mencobanya sendiri di rumah.

Ia akan senang bisa memilih sendiri apa yang ia makan. Selain itu, mengajak anak ke supermarket bisa mengenalkannya dengan kandungan nutrisi makanan yang berbeda serta cara membaca label makanan. 

3. Ajak anak berbelanja

Foto: Getty Images
Saat Anda sedang tak terburu-buru, ajak anak berbelanja ke supermarket. Bawa ia ke area makanan segar seperti daging dan sayuran agar ia bisa mengetahui asal makanan dan mengeksplorasinya. Jika ada makanan yang menarik baginya, belilah, lalu biarkan anak mencobanya sendiri di rumah.

Ia akan senang bisa memilih sendiri apa yang ia makan. Selain itu, mengajak anak ke supermarket bisa mengenalkannya dengan kandungan nutrisi makanan yang berbeda serta cara membaca label makanan. 

4. Selalu sediakan camilan sehat di rumah

Foto: Getty Images
Daripada menyimpan stok camilan berkalori tinggi namun minim nutrisi seperti soda, keripik kentang, dan kue kering, lebih baik selalu sediakan camilan sehat. Contohnya adalah buah, sayuran (misalnya baby carrot, tomat ceri), camilan gandum utuh, serta minuman sehat seperti air putih, susu, dan jus buah murni. Buatlah camilan ini mudah dijangkau anak.  

4. Selalu sediakan camilan sehat di rumah

Foto: Getty Images
Daripada menyimpan stok camilan berkalori tinggi namun minim nutrisi seperti soda, keripik kentang, dan kue kering, lebih baik selalu sediakan camilan sehat. Contohnya adalah buah, sayuran (misalnya baby carrot, tomat ceri), camilan gandum utuh, serta minuman sehat seperti air putih, susu, dan jus buah murni. Buatlah camilan ini mudah dijangkau anak.  

5. Jangan gunakan makanan sebagai hadiah, hukuman, atau sogokan

Foto: Getty Images
Saat anak sedang rewel, mudah saja menyogoknya dengan permen agar diam. Namun, sebaiknya jangan lakukan hal ini karena ia akan terbiasa dengan makanan sebagai sogokan. Ganti sogokannya dengan benda atau aktivitas, misalnya stiker. Jangan pula hukum anak karena tidak menyantap makanan tertentu, misalnya. Hal ini bisa merusak hubungan Anda dengan anak, juga hubungan anak dengan makanan. Menghadiahi anak dengan dessert setelah ia menghabiskan sepiring sayuran juga sama tak baiknya. Pasalnya, ia jadi berpikir bahwa dessert lebih berharga daripada sayuran.

5. Jangan gunakan makanan sebagai hadiah, hukuman, atau sogokan

Foto: Getty Images
Saat anak sedang rewel, mudah saja menyogoknya dengan permen agar diam. Namun, sebaiknya jangan lakukan hal ini karena ia akan terbiasa dengan makanan sebagai sogokan. Ganti sogokannya dengan benda atau aktivitas, misalnya stiker. Jangan pula hukum anak karena tidak menyantap makanan tertentu, misalnya. Hal ini bisa merusak hubungan Anda dengan anak, juga hubungan anak dengan makanan. Menghadiahi anak dengan dessert setelah ia menghabiskan sepiring sayuran juga sama tak baiknya. Pasalnya, ia jadi berpikir bahwa dessert lebih berharga daripada sayuran.
Halaman 2 dari 12
(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads