Anak Bisa Diberi Makanan Manis Asalkan Memperhatikan Aturan Ini

Ulasan Khusus: Makanan Anak

Anak Bisa Diberi Makanan Manis Asalkan Memperhatikan Aturan Ini

- detikFood
Selasa, 15 Apr 2014 15:02 WIB
Anak Bisa Diberi Makanan Manis Asalkan Memperhatikan Aturan Ini
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sejak lahir, anak menyukai rasa manis karena ASI mengandung gula susu. Namun anak sebaiknya tak dibiasakan mengonsumsi makanan manis. Efeknya bermacam-macam, mulai dari kerusakan gigi, hiperaktifhingga obesitas.

Bagi anak usia 6-11 tahun, jangan mengonsumsi gula lebih dari 20 sendok teh per hari. Sayangnya, semakin dilarang, semakin anak menginginkannya. Untuk mengakalinya, terapkan tips memberikan makanan manis pada anak berikut ini:

Foto: Thinkstock

1. Hanya dikonsumsi pada momen tertentu

Foto: Getty Images
Pada momen tertentu seperti Natal atau ulang tahun, makanan manis sulit dihindari. Anak boleh menyantapnya, namun dalam porsi sedikit saja. Di hari-hari lain, jangan biasakan anak mengonsumsi makanan atau minuman manis.

1. Hanya dikonsumsi pada momen tertentu

Foto: Getty Images
Pada momen tertentu seperti Natal atau ulang tahun, makanan manis sulit dihindari. Anak boleh menyantapnya, namun dalam porsi sedikit saja. Di hari-hari lain, jangan biasakan anak mengonsumsi makanan atau minuman manis.

2. Jangan jadikan makanan manis sebagai hadiah

Foto: Getty Images
Jika anak mulai menangis kencang, paling mudah menenangkannya dengan memberikan cokelat atau permen. Sebaiknya hindari hal ini. Ganti hadiahnya dengan aktivitas menyenangkan, misalnya berjalan-jalan atau membacakan cerita.

2. Jangan jadikan makanan manis sebagai hadiah

Foto: Getty Images
Jika anak mulai menangis kencang, paling mudah menenangkannya dengan memberikan cokelat atau permen. Sebaiknya hindari hal ini. Ganti hadiahnya dengan aktivitas menyenangkan, misalnya berjalan-jalan atau membacakan cerita.

3. Konsumsi protein

Foto: Getty Images
Salah satu cara terbaik mengurangi keinginan makan makanan manis adalah dengan menstabilkan kadar gula darah. Untuk itu, coba tawarkan makanan kaya protein seperti telur, kacang-kacangan, dan alpukat yang juga mengandung lemak baik.

3. Konsumsi protein

Foto: Getty Images
Salah satu cara terbaik mengurangi keinginan makan makanan manis adalah dengan menstabilkan kadar gula darah. Untuk itu, coba tawarkan makanan kaya protein seperti telur, kacang-kacangan, dan alpukat yang juga mengandung lemak baik.

4. Cari alternatifnya

Foto: Getty Images
Kalau anak masih merengek ingin makanan manis, coba berikan buah segar sebagai penggantinya. Gula dalam buah dipecah dan digunakan secara berbeda dengan gula tebu. Buah segar juga kaya vitamin dan mineral, tanpa pemanis, pewarna, dan perasa buatan.

4. Cari alternatifnya

Foto: Getty Images
Kalau anak masih merengek ingin makanan manis, coba berikan buah segar sebagai penggantinya. Gula dalam buah dipecah dan digunakan secara berbeda dengan gula tebu. Buah segar juga kaya vitamin dan mineral, tanpa pemanis, pewarna, dan perasa buatan.

5. Rawat gigi

Foto: Getty Images
Sebenarnya, penyebab gigi berlubang bukanlah makanan, melainkan seberapa lama makanan dibiarkan di mulut. Makanan cair seperti es krim mudah dibilas dengan air liur, namun makanan yang berupa serpihan (misalnya kue kering setelah dikunyah) dan makanan lengket (misalnya buah kering) bisa tersangkut di gigi. Pastikan anak berkumur dengan air lalu menggosok gigi sekitar satu jam setelah makan.

5. Rawat gigi

Foto: Getty Images
Sebenarnya, penyebab gigi berlubang bukanlah makanan, melainkan seberapa lama makanan dibiarkan di mulut. Makanan cair seperti es krim mudah dibilas dengan air liur, namun makanan yang berupa serpihan (misalnya kue kering setelah dikunyah) dan makanan lengket (misalnya buah kering) bisa tersangkut di gigi. Pastikan anak berkumur dengan air lalu menggosok gigi sekitar satu jam setelah makan.

6. Kurangi konsumsinya perlahan-lahan

Foto: Getty Images
Daripada melarang sama sekali atau menghentikan asupan makanan manis mendadak, lebih baik mengurangi konsumsinya perlahan-lahan. Jika biasanya mengonsumsi dua makanan manis setiap hari, kurangi jadi satu porsi. Perlahan, santap dua hari sekali, kemudian seminggu sekali, dst.

6. Kurangi konsumsinya perlahan-lahan

Foto: Getty Images
Daripada melarang sama sekali atau menghentikan asupan makanan manis mendadak, lebih baik mengurangi konsumsinya perlahan-lahan. Jika biasanya mengonsumsi dua makanan manis setiap hari, kurangi jadi satu porsi. Perlahan, santap dua hari sekali, kemudian seminggu sekali, dst.

7. Jadilah contoh yang baik

Foto: Getty Images
Anak mencontoh perilaku orangtuanya. Jika ingin ia mengurangi makanan manis, maka jangan makan cake dan minum soda di depannya. Konsumsilah makanan, minuman, dan camilan sehat. Anakpun akan mengikuti.

7. Jadilah contoh yang baik

Foto: Getty Images
Anak mencontoh perilaku orangtuanya. Jika ingin ia mengurangi makanan manis, maka jangan makan cake dan minum soda di depannya. Konsumsilah makanan, minuman, dan camilan sehat. Anakpun akan mengikuti.
Halaman 2 dari 16
(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads