Laporan tersebut ditulis oleh House of Lords European Union Committee. Mereka menegaskan supermarket sebagai faktor terpenting untuk mencegah pembuangan makanan sia- sia karena hal tersebut berpengaruh besar pada ekonomi dan lingkungan.
“Fakta bahwa 90 juta ton makanan yang dibuang di seluruh Uni Eropa tiap tahun menunjukkan tingkat masalah dan menjelaskan mengapa kami perlu melakukan tindakan segera” tutur Baroness Scott of Needham Market selaku pimpinan Komite kepada BBC (07/04/2014).
Penanganan yang diusulkan termasuk rencana lima tahun oleh European Commission untuk menurunkan pembuangan di seluruh Uni Eropa. Dalam laporan juga dikatakan diperlukan lebih banyak edukasi bagi konsumen karena hanya 37% dari masyarakat mengetahui perbedaan antara tanggal 'best before' dan 'use by' dalam kemasan.
Makanan masih bisa dijual setelah tanggal 'best before', sementara tanggal 'use by' digunakan untuk produk yang mudah rusak dan akan berbahaya untuk kesehatan jika tidak dikonsumsi segera. Lady Scott menambahkan banyak yang bisa dilakukan supermarket untuk menurunkan pembuangan makanan. Salah satunya adalah melihat lagi promo 'buy one get one free' yang mendorong konsumsi dan pembuangan berlebih.
Laporan tersebut juga menyayangkan pemangkasan biaya Waste and Resources Action Programme (WRAP) Inggris dari pemerintah. “Terdapat risiko tinggi terjadinya salah kelola ekonomi jika pembiayaan WRAP dipangkas untuk mendukung pencegahan pembuangan makanan justru memicu biaya untuk bisnis dan rumah tangga menjadi tidak efisien,” tulis tim peneliti dalam laporan.
British Retail Consortium merespon dengan menyatakan dalam penelitian tidak dijelaskan dan tidak ada bukti promosi 'buy one get one free' meningkatkan pembuangan makanan.
“Menurunkan pembuangan makanan memang menjadi kunci permasalahan lingkungan tapi akan lebih baik jika kita berfokus pada bukti yang didasari oleh kebijakan dibandingkan harus bingung karena persepsi,” tutur juru bicara British Retail Consortium.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN