Campuran Vodka, Jus Nanas, dan Ludah Bisa Dipakai untuk Menyaring Molekul DNA

Campuran Vodka, Jus Nanas, dan Ludah Bisa Dipakai untuk Menyaring Molekul DNA

- detikFood
Senin, 07 Apr 2014 14:54 WIB
Foto: BBC
Jakarta - Kali ini shaker (alat pengocok untuk mencampur minuman), vodka, dan jus nanas tidak untuk meracik koktail. Kedua bahan itu akan dicampur dengan ludah untuk mengidentifikasi DNA.

Tak perlu khawatir karena koktail tersebut bukan untuk diminum. Lewat program Dara O'Briain's Science Club di BBC, Profesor Mark Miodownik dari University College London, Inggris, menggunakan koktail tersebut untuk mengekstrak molekul DNA.

DNA adalah molekul yang mengandung kode instruksi genetik untuk perkembangan dan fungsi seluruh organisme hidup. Kali ini, Profesor Miodownik ingin memperlihatkan wujud DNA yang didapat dari sel-sel mati di pipi.

Sel-sel tersebut diperoleh dengan cara berkumur-kumur dengan air putih lalu membuang air kumurannya ke gelas. Air yang bercampur dengan ludah tersebut kemudian diberi deterjen cair.

"DNA diambil dari nukleus yang terdapat di inti sel. Untuk sampai ke nukleus, kita harus menembus membran yang terbuat dari lipid (lemak) dan sitoplasma. Deterjen digunakan untuk menghancurkan lemak membran tersebut," jelas Profesor Miodownik.

Campuran ludah dan deterjen tersebut lalu dituangi jus nanas. "Nanas punya protein bernama bromelain. Zat ini digunakan untuk mengempukkan daging dan melarutkan," kata sang profesor.

Ia lalu mengocok larutan tadi dengan shaker dan menyaringnya untuk membuang busanya. Cairan berwarna keruh ini lalu dikucuri vodka 80 proof (40% ABV, alkohol per volume) pelan-pelan, sehingga terbentuk lapisan keruh di bawah dan lapisan bening di atasnya.

Setelah terkena vodka, muncul jejaring seperti awan di tengah kedua lapisan. Jejaring bening ini berbintik-bintik di tengahnya.
Inilah molekul DNA yang tak larut dalam vodka, sehingga naik dari larutan ludah tadi.

Profesor Miodownik sengaja menggunakan vodka yang tak terlalu kuat alkoholnya agar DNA tak larut di dalamnya. Dengan tusuk gigi, ia lalu mengambil molekul DNA tersebut. "Tampilannya memang tak enak dilihat, seperti lendir. Namun, inilah kehidupan," ujarnya.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads