Champagne Dijual dengan Diskon 50% Dikecam karena Rusak Reputasi Champagne

Champagne Dijual dengan Diskon 50% Dikecam karena Rusak Reputasi Champagne

- detikFood
Kamis, 03 Apr 2014 17:46 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Champagne selalu menjadi minuman kelas atas dengan harga yang cukup mahal. Tapi, saat ini banyak supermarket besar menurunkan harga champagne sehingga memicu kecaman asosiasi yang mewakili produsen minuman tersebut.

Pada Natal lalu, Asda dan Tesco menjual champagne dengan label eksklusif hanya £10 atau sekitar Rp 188.000 per botol, hampir setengah harga dari harga normal. Supermarket juga memangkas biaya label bermerek dengan 71 persen dari volume total dijual dengan harga diskon.

Diskon drastis yang ditawarkan ini telah dikritik oleh asosiasi produsen bernama Comite; Interprofessionnel du Vin de Champagne (CIVC).

“Ini hanya taktik pemasaran. Hal ini menanamkan gagasan bahwa champagne bisa dibuat dengan harga ringan untuk konsumen,” tutur Thibaut le Mailloux selaku direktur komunikasi kepada Off Licence News (03/04/2014).

Dilansir dalam Telegraph (03/04/2014) Managing Director Champagne Pol Roger, Nick James menegaskan pesan yang ingin disampaikan sebenarnya bukan menurunkan harga semakin murah. Namun, memberikan penawaran yang seimbang untuk konsumen. Ia sependapat perang harga diskon mencoreng reputasi champagne.

“Ini menjadi masalah untuk agen importir yang tidak bisa menentukan harga akhir. Saya bisa merasakannya dari beberapa teman di perusahaan lainnya yang terkejut menemukan champagne mereka diskon 50 persen,” tutur Nick.

Paul Beavis, managing director Lanson, salah satu produsen tertua mengungkapkan tahun 2013 merupakan tahun buruk setelah produk Black Label nya dijual setengah harga. Ia menyatakan industri champagne perlu belajar dari kesuksesan Prosseco dan Cava. Penjualan kedua minuman tersebut terus meningkat di tengah usaha champagne yang menurun.

Mentzendorff, distributor The Bollinger mendorong CIVC untuk mempromosikan champagne sebagai alternatif yang berkualitas dibanding sparkling wine.

“CIVC bisa menjelaskan setiap botol champagne dibuat secara handmade yang bertolak belakang dengan kompetitor lainnya,” tutur Andrew Hawes selaku managing director. Francoise Peretti selaku pimpinan CIVC UK menyatakan mereka melakukan studi bernama Champagne 2030 untuk mempromosikan manfaat kesehatan champagne.

(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads