Bagaimana bisa? Ternyata, aplikasi ini memanfaatkan temperatur udara dan curah hujan untuk memprediksi keinginan konsumen. Hal ini dapat terjadi apabila Anda memberitahu lokasi Anda sebelumnya.
Selama musim panas, Weather FX melihat ada sebuah korelasi antara penjualan bir dingin yang sangat tinggi di Chicago. Saat itu tiga hari berturut-turut suhu udaranya di bawah rata-rata. Mereka juga membuat kesimpulan bahwa orang-orang New York akan mengeluarkan uang banyak untuk minum jika suhu udara New York berada di atas rata-rata.
Pada saat musim gugur, ternyata ada perbedaan yang cukup signifikan. Menurut statistik yang mereka simpulkan, orang Atlanta malahan sering merasakan kehausan karena suhu udara yang di atas rata-rata dan curah hujan yang sangat rendah. Ketika udara menjadi lebih panas dari biasanya, orang Chicago dan New York akan menghabiskan waktu untuk meminum bir dingin.
Weather FX juga menemukan bahwa orang Atlanta juga senang mengonsumsi es krim di saat musim dingin. Ketika musim gugur, apalagi ketika badai ekstrim juga udara yang lembap, mereka akan memilih untuk berhenti makan es krim.
Berbeda dengan Atlanta, orang Los Angeles malahan akan menikmati es krim jika udara sedang cerah seperti musim panas dan musim gugur. Kecepatan angin yang berada di bawah rata-rata dan udara yang tidak begitu dingin juga meningkatkan konsumsi es krim mereka.
Weather FX akan dimanfaatkan oleh Jacob Leinenkugel Brewing Company dengan bekerjasama dengan The Weather Company. Komputer dan iklan pada ponsel akan dimanfaatkan untuk memberikan saran agar segera menyesap segelas bir, minuman lain, atau es krim.
Intinya, dengan Weather FX, Anda akan menikmati minuman yang cocok untuk suasana hati dan cuaca yang sedang terjadi. Aplikasi ini akan merekomendasikan tempat-tempat mana saja yang dapat dikunjungi.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN