Menurut pemuda berusia 18 tahun ini, dia dipaksa memilih menato bokongnya dengan gambar Barbie atau struk menu McDonald’s di lengannya sebagai hukuman karena dia terlalu aktif bermain dengan wanita-wanita.
Pasrah akan nasibnya, Ytterdahl kemudian memutuskan membuat tato struk McDonald di lengannya dan menjadi papan iklan berjalan.
“Sekarang saya adalah papan iklan hidup. Tapi menurut saya ini semua menyenangkan. Mungkin hal ini tidak begitu menyenangkan ketika saya sudah berusia 50 atau 60 tahun, tapi ini adalah pilihan saya,” ucap Ytterdahl seperti dilansir dari Scallywag & Vagabond (26/03/2014).
Ytterdahl juga menambahkan bahwa hal ini lucu karena dia memiliki tato yang tidak pernah dimiliki orang lain, bahkan terdapat hari dan jamnya di sana.
Ytterdahl telah memposting gambar tatonya ini di Facebook. Disitu dia mendapat lebih dari 527 likes dan 261 komentar.
Menurut Margaret Brusletto, Communication Director McDonald's Norwegia, tato tersebut hebat dan dia merasa senang ada pelanggan setia seperti Ytterdahl. Brusletto juga membantah bahwa McDonald’s ada hubungan dengan pilihan Ytterdahl membuat tato. Ditegaskan pula hal itu bukan aksi publisitas dari McDonald’s.
Sabelink Tattoo yang membuat tato di lengan Ytterdahl menyebutkan bahwa itu tato teraneh yang pernah mereka buat. Mereka juga menanyakan pada Ytterdahl apa dia akan mendapat struk untuk menato lengan sebelahnya secara gratis. Ytterdahl sepakat dengan hal tersebut dan dia telah memesan pembuatan tato Senin depan.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN