Sejak pertama kali bourbon whisky diracik, minuman ini selalu diangkut menggunakan kapal. Pada akhir tahun 1970, perdagangan dipengaruhi oleh jalur air. Produsen bourbon memanfaatkan sungai Ohio untuk menjajakan produk mereka hingga ke New Orleans.
Meletakkan barrel di kapal kembali menjadi tren di kalangan produsen bourbon. Generasi ke delapan produsen bourbon Kentucky, Trey Zoeller menggunakan gerakan air laut untuk memproduksi bourbon whisky yang dihargai $200 atau sekitar Rp 2.285.000 per botol.
“Kami akan membawa kembali teknik pemeraman bourbon yang dulu diterapkan, warna dan rasa berasal dari gerakan barel yang beradu dengan air. Bourbon diangkut dengan kapal di Kentucky dan pada saat kami sampai dimana orang akan membeli, rasanya semakin baik,” tutur Trey kepada The Salt (12/03/2014).
Trey telah menjalankan bisnis artisanal whiskey sejak tahun 1990 dibawah perusahaan Jefferson's Bourbon. Lima tahun lalu, ia merayakan ulang tahun di Costa Rica bersama temannya dan dari situ ia mendapatkan ide untuk menempatkan bourbon di laut. Tidak hanya mitos belaka, teknik ini ternyata dibuktikan efektif secara ilmiah.
Ahli kimia dari University of California, Davis bernama Tom Collins menganalisa profil rasa American whisky. Ia mengatakan temperatur tinggi yang ditemukan di pulau tropis dan gerakan air laut bisa meningkatkan proses aging whisky. Perubahan temperatur meningkatkan ekstraksi whisky dari kayu yang menciptakan rasa yang khas dan warna karamel tua.
Trey mengakui hasil teknik pemeraman bourbon ini melebihi ekspektasinya. Saat pertama dituangkan ke barel, bourbon bening seperti air dan berubah menjadi cokelat kehitaman. “Bourbon selalu mengambil warna dari barel, tapi bourbon berumur 4 tahun ini jauh lebih gelap dari bourbon 30 tahun,” tutur Trey.
Aroma garam laut juga memberikan bourbon rasa asin yang hampir sama dengan single malt dari Irlandia dam warna seperti dark rum. Karena barel pertama sudah dijual, Trey akan meletakkan dua generasi Jefferson's Ocean bourbon ke laut lepas selama tiga hingga empat tahun.
Rute akan bertambah mulai dari Skandinavia hingga Cape of Good Hope, Afrika Selatan. Saat ini Trey memiliki 200 barel mengelilingi dunia, dengan pencicip whisky resmi yang memantau proses aging dan rasa di beberapa pelabuhan.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN