Cabai Naga Jolokia dan Cabai Rawit Putih Jemprit, Cabai Lokal yang Pedas Menggigit

Ulasan Khusus: Sambal

Cabai Naga Jolokia dan Cabai Rawit Putih Jemprit, Cabai Lokal yang Pedas Menggigit

- detikFood
Selasa, 11 Mar 2014 09:02 WIB
Cabai Naga Jolokia dan Cabai Rawit Putih Jemprit, Cabai Lokal yang Pedas Menggigit
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sambal adalah salah satu kuliner kekayaan Indonesia. Jenis cabaipun berperan besar dalam tingkat kepedasan dan nikmatnya sambal. Jenis-jenis cabai lokal pun digunakan untuk membua sambal, termasuk varietas unggulan dari daerah-daerah.

Berikut ini kami rangkumkan jenis-jenis cabai lokal dan varietas cabai unggulan yang ada di daerah-daerah Indonesia.

Foto: Thinkstock

1. Cabai Lombok

Foto: Thinkstock
Cabai Lombok atau cabai merah besar ini adalah termasuk cabai yang paling populer. Cabai ini memiliki bentuk yang panjang, besar, gendut, dan berwarna merah cerah. Cabai dengan nama latin Capcisum annuum ini sangat nikmat untuk diolah menjadi aneka sambal, seperti sambal balado, sambal bajak, sambal asam, sambal terasi, dan lain-lain.

1. Cabai Lombok

Foto: Thinkstock
Cabai Lombok atau cabai merah besar ini adalah termasuk cabai yang paling populer. Cabai ini memiliki bentuk yang panjang, besar, gendut, dan berwarna merah cerah. Cabai dengan nama latin Capcisum annuum ini sangat nikmat untuk diolah menjadi aneka sambal, seperti sambal balado, sambal bajak, sambal asam, sambal terasi, dan lain-lain.

2. Cabai Keriting Rimbun

Foto: alamtani.com
Cabai keriting rimbun adalah salah satu cabai unggulan yang tumbuh di kecamatan Kayu Aro, kabupaten Kerinci, Jambi. Cabai ini memiliki warna merah menyala dengan tekstur keriting memanjang, dan tumbuh rimbun menjuntai ke bawah. Cabai keriting rimbun pun juga tidak kalah pedas dengan cabai keriting lokal lainnya. Kadar airnya yang lebih rendahpun membuat cabai tidak mudah menyusut, busuk, atau keriput.

2. Cabai Keriting Rimbun

Foto: alamtani.com
Cabai keriting rimbun adalah salah satu cabai unggulan yang tumbuh di kecamatan Kayu Aro, kabupaten Kerinci, Jambi. Cabai ini memiliki warna merah menyala dengan tekstur keriting memanjang, dan tumbuh rimbun menjuntai ke bawah. Cabai keriting rimbun pun juga tidak kalah pedas dengan cabai keriting lokal lainnya. Kadar airnya yang lebih rendahpun membuat cabai tidak mudah menyusut, busuk, atau keriput.

3. Cabai Rawit Jemprit

Foto: jetis.org
Cabai rawit jemprit adalah cabai lokal dari varietas Cipanas dan Tabanan. Cabai ini memiliki panjang buah yang kecil-kecil, sekitar 2 cm-2,5 cm dengan lebar 5 mm, dan berat rata-rata 0,65 gram. Saat masih muda, cabai ini akan berwarna hijau dan berubah menjadi merah menyala saat sudah tua. Cabai ini memiliki rasa yang sangat pedas dengan aroma merangsang karena mengandung minyak aetheris dalam konsentrasi tinggi.

3. Cabai Rawit Jemprit

Foto: jetis.org
Cabai rawit jemprit adalah cabai lokal dari varietas Cipanas dan Tabanan. Cabai ini memiliki panjang buah yang kecil-kecil, sekitar 2 cm-2,5 cm dengan lebar 5 mm, dan berat rata-rata 0,65 gram. Saat masih muda, cabai ini akan berwarna hijau dan berubah menjadi merah menyala saat sudah tua. Cabai ini memiliki rasa yang sangat pedas dengan aroma merangsang karena mengandung minyak aetheris dalam konsentrasi tinggi.

4. Cabai Rawit Ceplik

Foto: epetani.deptan.go.id
Cabai rawit ceplik, atau yang biasa disebut dengan cabai rawit hijau dan cengek (bahasa Sunda) adalah varietas cabai dari Hontaka dan Banjaran. Cabai ini memiliki buah yang berbentuk bulat panjang dengan tubuh yang langsing. Panjangnya sekitar 3 cm -3,5 cm dengan lebar 11 mm dan berat rata-rata 1,4 gram.

Saat masih muda, cabai ini memiliki warna hijau agak putih dan merah menyala ketika sudah tua. Cabai ini memang cukup pedas, tetapi masih kurang pedas dibandingkan dengan cabai rawit jemprit dan cabai rawit putih.

4. Cabai Rawit Ceplik

Foto: epetani.deptan.go.id
Cabai rawit ceplik, atau yang biasa disebut dengan cabai rawit hijau dan cengek (bahasa Sunda) adalah varietas cabai dari Hontaka dan Banjaran. Cabai ini memiliki buah yang berbentuk bulat panjang dengan tubuh yang langsing. Panjangnya sekitar 3 cm -3,5 cm dengan lebar 11 mm dan berat rata-rata 1,4 gram.

Saat masih muda, cabai ini memiliki warna hijau agak putih dan merah menyala ketika sudah tua. Cabai ini memang cukup pedas, tetapi masih kurang pedas dibandingkan dengan cabai rawit jemprit dan cabai rawit putih.

5. Cabai Rawit Putih

Foto: serbacabe.wordpress.com
Cabai rawit putih adalah cabai varietas Jembrana. Cabai ini memiliki memiliki bentuk bulat agak lonjong dan berukuran besar. Panjangnya mencapai 3 cm dan lebar 13 mm, dengan berat rata-rata 2,5 gram. Saat masih muda, cabai ini memiliki warna putih dan akan berubah menjadi merah jingga ketika sudah matang. Rasanya pun tidak terlalu pedas ketika masih muda, dan akan menjadi sangat pedas jika sudah menjadi merah jingga.

5. Cabai Rawit Putih

Foto: serbacabe.wordpress.com
Cabai rawit putih adalah cabai varietas Jembrana. Cabai ini memiliki memiliki bentuk bulat agak lonjong dan berukuran besar. Panjangnya mencapai 3 cm dan lebar 13 mm, dengan berat rata-rata 2,5 gram. Saat masih muda, cabai ini memiliki warna putih dan akan berubah menjadi merah jingga ketika sudah matang. Rasanya pun tidak terlalu pedas ketika masih muda, dan akan menjadi sangat pedas jika sudah menjadi merah jingga.

6. Cabai Naga Jolokia

Foto: Wikipedia
Cabai lokal yang tumbuh di Lombok ini juga tumbuh di India. Cabai ini termasuk salah satu cabai yang paling pedas di dunia. Cabai ini memiliki buah dengan panjang 6 cm-8,5 cm, lebar 2,5 cm -3 cm. Cabai ini tersedia dalam warna merah, merah jingga, kuning, hingga cokelat, dan memiliki tekstur keriting. Cabai ini menjadi salah satu bahan baku utama dari pembuatan sambal Taliwang.

6. Cabai Naga Jolokia

Foto: Wikipedia
Cabai lokal yang tumbuh di Lombok ini juga tumbuh di India. Cabai ini termasuk salah satu cabai yang paling pedas di dunia. Cabai ini memiliki buah dengan panjang 6 cm-8,5 cm, lebar 2,5 cm -3 cm. Cabai ini tersedia dalam warna merah, merah jingga, kuning, hingga cokelat, dan memiliki tekstur keriting. Cabai ini menjadi salah satu bahan baku utama dari pembuatan sambal Taliwang.
Halaman 2 dari 14
(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads