9 Makanan Ini Jadi Langka dan Mahal Akibat Perubahan Iklim (2)

9 Makanan Ini Jadi Langka dan Mahal Akibat Perubahan Iklim (2)

- detikFood
Jumat, 07 Mar 2014 17:18 WIB
9 Makanan Ini Jadi Langka dan Mahal Akibat Perubahan Iklim (2)
Foto: Getty Images
Jakarta - Perubahan iklim menyebabkan bumi semakin panas dan pola cuaca tak menentu. Akibatnya, pertumbuhan beberapa tanamanpun terganggu, yang pada gilirannya berpengaruh pada pasokan pangan untuk manusia.

Seperti ditulis Huffington Post (05/03/2014), cokelat dan ikan bisa jadi langka dan mahal di tahun 2050 jika kita tak berbuat apa-apa untuk mencegah perubahan iklim:

Foto: Getty Images

6. Cokelat

Foto: Getty Images
Sebanyak 70% tanaman kakao dunia ditanam di Afrika Barat, wilayah yang diperkirakan akan menjadi semakin panas. Padahal, kakao adalah pohon yang sensitif terhadap panas. Daerah ini juga cenderung terdiri dari dataran rendah, sehingga sulit mencari dataran tinggi yang lebih sejuk untuk menanam kakao.

Pada 2011, sebuah laporan memprediksi kenaikan suhu global sebanyak 2,3 derajat pada 2050. Hal ini bisa menyebabkan anjloknya hasil panen dan melambungnya harga cokelat karena semakin banyak lahan yang tak cocok untuk bercocok tanam.

6. Cokelat

Foto: Getty Images
Sebanyak 70% tanaman kakao dunia ditanam di Afrika Barat, wilayah yang diperkirakan akan menjadi semakin panas. Padahal, kakao adalah pohon yang sensitif terhadap panas. Daerah ini juga cenderung terdiri dari dataran rendah, sehingga sulit mencari dataran tinggi yang lebih sejuk untuk menanam kakao.

Pada 2011, sebuah laporan memprediksi kenaikan suhu global sebanyak 2,3 derajat pada 2050. Hal ini bisa menyebabkan anjloknya hasil panen dan melambungnya harga cokelat karena semakin banyak lahan yang tak cocok untuk bercocok tanam.

7. Bir

Foto: Getty Images
Dua bahan baku paling penting dalam pembuatan bir belum jelas nasibnya di masa depan. Selain krisis air, di Inggris hop yang berfungsi sebagai bahan perasa dan penstabil bir juga mekar lebih awal akibat musim dingin yang lebih hangat. Hasil panennyapun sedikit.

Produksi barley yang sudah melewati proses malting juga diramalkan akan berkurang. Akibatnya, harga bir akan naik atau jumlah bir di pasaran akan menurun.

7. Bir

Foto: Getty Images
Dua bahan baku paling penting dalam pembuatan bir belum jelas nasibnya di masa depan. Selain krisis air, di Inggris hop yang berfungsi sebagai bahan perasa dan penstabil bir juga mekar lebih awal akibat musim dingin yang lebih hangat. Hasil panennyapun sedikit.

Produksi barley yang sudah melewati proses malting juga diramalkan akan berkurang. Akibatnya, harga bir akan naik atau jumlah bir di pasaran akan menurun.

8. Ikan

Foto: Getty Images
Menurut studi di tahun 2012, berat rata-rata ikan akan menyusut sebanyak 14-24% pada 2050. Hal ini terjadi karena pemanasan global mengurangi jumlah oksigen di lautan seluruh dunia, padahal ikan membutuhkannya untuk berkembang.

Berat ikan juga diprediksi akan berdampak besar pada rantai makanan di laut. Bisa jadi, ikan-ikan kecil akan melimpah jumlahnya karena predator mereka menyusut.

8. Ikan

Foto: Getty Images
Menurut studi di tahun 2012, berat rata-rata ikan akan menyusut sebanyak 14-24% pada 2050. Hal ini terjadi karena pemanasan global mengurangi jumlah oksigen di lautan seluruh dunia, padahal ikan membutuhkannya untuk berkembang.

Berat ikan juga diprediksi akan berdampak besar pada rantai makanan di laut. Bisa jadi, ikan-ikan kecil akan melimpah jumlahnya karena predator mereka menyusut.

9. Pisang

Foto: Getty Images
Petani pisang di Costa Rica menuduh pemanasan global sebagai biang munculnya hama yang merusak tanaman mereka. Bahkan, Desember lalu, negara ini mengumumkan situasi darurat nasional.

Perubahan curah hujan dan suhu mendukung hama yang menyebabkan cacat pada tanaman, sehingga hasil panennya ditolak oleh para pengekspor. Hama ini juga membuat tanaman lebih rentan terhadap penyakit.

9. Pisang

Foto: Getty Images
Petani pisang di Costa Rica menuduh pemanasan global sebagai biang munculnya hama yang merusak tanaman mereka. Bahkan, Desember lalu, negara ini mengumumkan situasi darurat nasional.

Perubahan curah hujan dan suhu mendukung hama yang menyebabkan cacat pada tanaman, sehingga hasil panennya ditolak oleh para pengekspor. Hama ini juga membuat tanaman lebih rentan terhadap penyakit.
Halaman 2 dari 10
(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads