Kini Bisa Dicicipi, Salami Rasa Jenifer Lawrence dan Kanye West

Kini Bisa Dicicipi, Salami Rasa Jenifer Lawrence dan Kanye West

- detikFood
Kamis, 06 Mar 2014 14:01 WIB
Foto: Huffington Post
Jakarta - Ingin mencicipi Jenifer Lawrence atau James Franco? Bisa saja! Karena sebuah perusahaan bernama BiteLabs mengembangkan produk salami lezat yang mencampurkan sampel jaringan tubuh selebriti dengan daging hewan dan bumbu dapur.

Proyek ini dilakukan setelah dunia heboh dengan pembuatan burger laboratorium dari sample tissue sapi. Menurut website resmi BiteLabs, selebriti yang dijadikan salami adalah Ellen Degeneres, James Franco, Kanye West, dan Jenifer Lawrence.

Didiskripsikan salami James Franco bernama The Franco mempunyai rasa yang halus, seksi, dan smoky dengan tanmbahan daging rusa. Lada Sharp Tellicherry, lavender, dan bawang bombay goreng ditambahkan untuk rasa gurih pedas.

Aktris pemenang Oscar, Jenifer Lawrence juga mempunyai salami The JLaw. Salami ini mempunyai campuran sample tissue Jenifer, daging kelinci, dan pork. Varian ini diberi madu, kulit jeruk, dan jahe.

Untuk penyanyi kontroversial Kanye West, salami The Kanye mempunyai campuran daging babi cincang, paprika Hungaria, dan saus worcestershire. Sedangkan salami Ellen Degeneres mengandung jaringan tubuhnya, daging burung unta, lada hitam, bawang putih, bawang merah dan brandy.

Sebuah tissue sample yang mengandung sel myosatellite , tipe sel yang membantu penyembuhan dan penumbuhan otot rusak, akan diambil dari selebriti menggunakan proses biopsi. Sel tersebut akan dikembang biakaan di laboratorium menggunakan medium yang yang bertindak sebagai darah buatan untuk membuat otot.

Sel tersebut akan berkembang menjadi daging, saat itulah hasil daging laboratorium dicincang dan dicampur dengan beberapa bumbu, daging hewan, lemak, dan minyak untuk menghasilkan rasa lezat. Campuran daging lalu dimasukkan dalam usus hewan, dibumbui, lalu diawetkan sebelum dikemas untuk didistribusikan.

Walaupun pasar untuk produk salami ini terbatas, website BiteLabs mendorong masyarakat untuk men tweet kepada para selebriti untuk meminta sampel jaringan tubuh mereka. Walaupun banyak diragukan keasliannya, proyek ini dikatakan sangat serius dan nyata.

"Kami ingin meningkatkan diskusi tentang bioethics, daging yang dikembangkan di laboratorium, dan kultur selebriti," tutur pendiri BiteLabs bernama Martin (bukan nama asli) kepada Huffington Post (05/03/2014). “Ini adalah cara yang menarik dan unik bagi para fans berhubungan dengan selebriti favorit mereka,” tambahnya.

BiteLabs mempertahankan argumen bahwa tindakan mereka didasari oleh faktor ramah lingkungan. Produksi daging selebriti membutuhkan kurang dari 1 persen lahan untuk peternakan tradisional. Baru-baru ini, 70 persen lahan yang mengambil hampir 30 persen permukaan bumi digunakan untuk peternakan.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads