Membungkus Makanan Bersisa Bukan Tradisi Orang Prancis

- detikFood Rabu, 05 Mar 2014 07:45 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Sebagian orang merasa tak tega menyisakan makanan di piring. Agar tak membuang makanan, mereka meminta dibungkus untuk dibawa pulang dan disantap nanti. Namun, orang Prancis tak terbiasa dengan hal ini.

Prancis dikenal sebagai pusat kuliner dunia, namun berton-ton makanan dibuang setiap tahunnya. Menurut salah satu konsultan kuliner terkemuka, sejak 1990-an beberapa pemilik restoran di Prancis sudah mencoba membiasakan orang-orang Prancis membawa pulang makanan sisa, tapi selalu gagal.

Menurut situs The Local (26/02/2014), tampaknya halangan utamanya adalah budaya Prancis itu sendiri. Laurent Calvayrac, pendiri perusahaan kemasan ramah lingkungan di Prancis, mengatakan bahwa orang-orang Prancis sudah diajarkan sejak kecil untuk menghabiskan makanan di piring.

"Bahkan sekarang, ketika saya makan di luar, seberapa besarpun porsinya, saya akan menandaskannya meski kenyang. Jadi, membawa pulang makanan sisa bukan bagian dari tradisi Prancis," jelas Calvayrac.

Selain itu, orang Prancis juga takut dilihati orang-orang karena membawa bungkus makanan ke luar restoran. Menurut Calvayrac, hal ini tak sopan dan menunjukkan salah asuhan, layaknya tak mengucapkan terima kasih atau tidak menahan pintu agar tetap terbuka saat seseorang akan lewat.

Kebiasaan ini tampaknya juga dipengaruhi ukuran porsi hidangan di Prancis. Biasanya sajian di sana berporsi relatif kecil sampai sedang, berbeda dengan porsi makanan di Amerika Utara. Jadi, makanan bisa dihabiskan tanpa tersisa.

Ternyata, selain kedua faktor tadi, ada masalah yang lebih serius. Menurut pemahaman ketua Club de Directeurs de la Restauration d'Exploitation, Jean-Claude Eudes, undang-undang kesehatan menyatakan bahwa membiarkan pelanggan membawa makanan keluar restoran adalah ilegal.

"Pemilik restoran bertanggung jawab jika ada kasus keracunan makanan, dan klien bisa melayangkan tuntutan," ungkap Eudes. Namun, menurut Calvayrac, kepercayaan umum bahwa membungkus makanan adalah ilegal sebenarnya tidak benar.

"Setelah restoran menghidangkan makanan kepada pelanggan, restoran dibebaskan dari tanggung jawab terhadapnya. Menurut saya para pemilik restoran salah mendapat informasi dan mungkin tidak menyadari sepenuhnya bahwa orang-orang tertarik membungkus makanan," kata Calvayrac.

Tampaknya, mau tidak mau, nantinya orang-orang Prancis terpaksa membiasakan membungkus makanan yang tak habis. Pasalnya, mulai tahun 2016, restoran yang menyajikan lebih dari 180 hidangan per hari harus mengurangi sampahnya atau harus membayar denda. Aturan ini dibuat untuk memenuhi target mengurangi limbah hingga setengahnya pada 2025.





(fit/odi)