Begini Cara Memasak Makanan Afrodisiak Agar Nutrisinya Terjaga (2)

Ulasan Khusus: Makanan Afrodisiak

Begini Cara Memasak Makanan Afrodisiak Agar Nutrisinya Terjaga (2)

- detikFood
Selasa, 25 Feb 2014 17:07 WIB
Begini Cara Memasak Makanan Afrodisiak Agar Nutrisinya Terjaga (2)
Foto: Thinkstock
Jakarta - Si dia mengajak bercinta, tapi Anda merasa kurang bergairah? Coba konsumsi makanan afrodisiak. Namun, Anda perlu mengolahnya dengan benar agar manfaatnya terasa maksimal.

Sebenarnya, panas dapat memecah dan merusak 15-20% sebagian vitamin dalam sayuran. Contohnya adalah vitamin C, folat, dan potassium. Bagaimanapun juga, tak semua makanan paling baik dikonsumsi dalam keadaan segar. Menurut Time (01/02/2014), inilah metode memasak yang paling baik menjaga nutrisi dalam makanan:

Foto: Thinkstock

5. Broiling

Foto: Thinkstock
Broiling adalah memasak makanan di bawah api bersuhu tinggi dan langsung dalam waktu singkat. Broiling adalah cara yang baik untuk memasak potongan daging yang empuk, namun kurang ideal untuk memasak sayuran karena jadi mudah mengering.

5. Broiling

Foto: Thinkstock
Broiling adalah memasak makanan di bawah api bersuhu tinggi dan langsung dalam waktu singkat. Broiling adalah cara yang baik untuk memasak potongan daging yang empuk, namun kurang ideal untuk memasak sayuran karena jadi mudah mengering.

6. Membakar (grilling)

Foto: Thinkstock
Jika panas pada broiling berasal dari atas makanan, sumber api grilling berada di bawah makanan. Dengan grilling, Anda akan mendapat nutrisi secara maksimum tanpa mengorbankan rasanya. Lemak tambahan yang diperlukan hanya sedikit, rasa hidangan jadi smoky, serta daging dan sayuran jadi juicy dan empuk.
Bagaimanapun juga, sering mengonsumsi daging yang dibakar sampai matang dapat meningkatkan risiko kanker pankreas dan payudara. Memasak dengan suhu tinggi juga bisa menghasilkan reaksi kimia antara lemak dan protein dalam daging. Hal ini bisa menimbulkan racun yang dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular.

6. Membakar (grilling)

Foto: Thinkstock
Jika panas pada broiling berasal dari atas makanan, sumber api grilling berada di bawah makanan. Dengan grilling, Anda akan mendapat nutrisi secara maksimum tanpa mengorbankan rasanya. Lemak tambahan yang diperlukan hanya sedikit, rasa hidangan jadi smoky, serta daging dan sayuran jadi juicy dan empuk.
Bagaimanapun juga, sering mengonsumsi daging yang dibakar sampai matang dapat meningkatkan risiko kanker pankreas dan payudara. Memasak dengan suhu tinggi juga bisa menghasilkan reaksi kimia antara lemak dan protein dalam daging. Hal ini bisa menimbulkan racun yang dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular.

7. Menumis

Foto: Thinkstock
Metode ini memerlukan sedikit minyak di wajan. Efektif untuk memasak daging yang dipotong kecil, nasi, dan irisan sayuran seperti paprika dan wortel.

7. Menumis

Foto: Thinkstock
Metode ini memerlukan sedikit minyak di wajan. Efektif untuk memasak daging yang dipotong kecil, nasi, dan irisan sayuran seperti paprika dan wortel.

8. Tak dimasak

Foto: Thinkstock
Para raw foodist percaya bahwa menyantap makanan segar secara konsisten mengurangi risiko kanker. Kandungan nutrisinyapun tetap utuh karena tak melalui proses pemanasan. Bagaimanapun juga, perlu diingat bahwa beberapa sayuran justru lebih baik dimasak agar nutrisinya bertambah. Contohnya adalah tomat, wortel, bayam, ubi, dan paprika.

8. Tak dimasak

Foto: Thinkstock
Para raw foodist percaya bahwa menyantap makanan segar secara konsisten mengurangi risiko kanker. Kandungan nutrisinyapun tetap utuh karena tak melalui proses pemanasan. Bagaimanapun juga, perlu diingat bahwa beberapa sayuran justru lebih baik dimasak agar nutrisinya bertambah. Contohnya adalah tomat, wortel, bayam, ubi, dan paprika.
Halaman 2 dari 10
(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads