Temuan ini diungkapkan oleh para ilmuwan lingkungan dalam British Medical Journal. Dalam proses produksi makanan, penambahan bahan kimia memang diatur secara jelas demi perlindungan terhadap konsumen.
Namun penelitian terbaru yang dilakukan para ilmuwan lingkungan di Inggris mengungkapkan, orang yang mengonsumsi makanan kemasan atau olahan berisiko terpapar bahan kimia dalam jumlah rendah selama hidup mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada pula bisphenol A, tributiltin, triclosan, dan phthalates yang mengganggu produksi hormon tubuh. βSaat ini ilmu mengenai beberapa bahan kimia masih diperdebatkan dan pembuat kebijakan terus berjuang memenuhi kebutuhan berbagai pihak. Di sisi lain, konsumen terpapar bahan kimia ini setiap hari dan kebanyakan dari mereka tidak menyadarinya,β ujar peneliti.
Para peneliti mengakui, untuk melihat hubungan sebab akibat antara paparan bahan kimia dalam kemasan makanan dengan kejadian penyakit bukanlah hal mudah. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya populasi untuk jadi kelompok pembanding penelitian. Selain itu, jumlah paparan individu terhadap bahan kima dalam kemasan makanan juga berbeda-beda.
Namun para peneliti menyarankan agar penelitian berbasis populasi dan biomonitoring tetap dilakukan. Tujuannya agar bisa melihat hubungan antara paparan bahan kimia dalam kemasan makanan dengan penyakit kronis, seperti kanker, diabetes, dan gangguan syaraf.
βKarena sebagian besar produk makanan dikemas dan kemungkinan seluruh penduduk terpapar dengan bahan kimia yang ada didalamnya, maka sangatlah penting mengedukasi penduduk mengenai hal ini,β pungkas peneliti.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN