Selama periode Edo, era terakhir pemerintah feodal Jepang, banyak chef mulai mendokumentasikan resep mereka lewat buku masak. Buku-buku ini hanya berfokus pada hidangan tradisional Jepang, menyusul kebijakan isolasi politik dan budaya pada masa itu.Salah satu buku yang paling populer adalah 'Tofu Hyakuchin' atau 'One Hundred Unique Types of Tofu' yang diterbitkan tahun 1782.
Dilansir dalam Rocket News 24 (21/02/2014) Buku resep tersebut ditulis oleh seseorang dengan nama pena Suikyodojin Kahitsujun. Seperti namanya, buku ini menampilkan berbagai olahan tahu. Seperti Whirlpool Tofu, potongan tahu yang digulung dengan rumput laut suizenji.
Selain itu, ada Castella Tofu yang diadaptasi dari Castella Cakes. Permukaannya yang berlubang berasal dari proses fermentasi tahu dalam sake dan perebusan selama empat jam.
Tidak hanya tahu, chef abad ke 18 juga membuatkan hidangan yang terbuat dari ubi jalar, belut, hingga jeruk yuzu. Salah satu yang menarik adalah Daikon Isshiki Ryori Himitsubako atau The Complete Box of 100 Secrets for Cooking Daikon Radish. Di dalam buku resep ini ditampilkan cara membuat rantai dari satu buah lobak saja.
Sea bream, ikan laut yang mempunyai harga mahal juga disajikan saat perayaan besar. Hal ini dikarenakan nama Jepang Sea Bream yaitu tai sama dengan kata omedetai atau selamat.
Tai Hyakuchin Ryori Himitsubako (Box of 100 Secrets for Cooking Sea Bream) menunjukkan cara memasak tai no tororojiru, sea bream panggang tanpa kulit dan tulang lalu dihaluskan menjadi pasta dan dicampurkan dengan yam parut bernama yama imo atau ubi jalar.
Bagi Anda yang ingin mencoba membuat masakan periode Edo, buku Tofu Hyakuchin yang diterbitkan lebih dari 200 ratus tahun lalu ini akan kembali dicetak dan dijual. Untuk membelinya, Anda bisa menyiapkan 1.500 yen atau sekitar Rp 172.000,00.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN