Sosis dari Bakteri pada Kotoran Bayi Dibuktikan Baik untuk Pencernaan

Sosis dari Bakteri pada Kotoran Bayi Dibuktikan Baik untuk Pencernaan

- detikFood
Kamis, 20 Feb 2014 13:01 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Kesehatan pencernaan sangat penting bagi kesehatan kita secara keseluruhan. Makanya, banyak produk yogurt mengklaim diri sebagai sumber probiotik yang baik untuk pencernaan. Namun, bagaimana jika probiotiknya berasal dari kotoran bayi?

Perubahan bakteri dalam usus yang menyebabkan ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat berkaitan dengan kanker, diabetes, dan penyakit radang usus. Bahkan, menurut peneliti dari Buck Institute for Research on Ageing Amerika Serikat, keseimbangan bakteri dalam usus seimbang bisa memperpanjang umur.

Probiotik adalah bakteri hidup yang ketika dikonsumsi akan berkoloni di perut dengan bug yang membantu pencernaan. Beberapa bukti menunjukkan bahwa bakteri ini dapat mengatasi serangkaian masalah, seperti diare dan alergi makanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ada penelitian yang mengungkap bahwa bakteri usus bisa berkomunikasi dengan otak. Artinya, bakteri tersebut bisa meningkatkan kesehatan mental dan perilaku dalam kondisi seperti gangguan kecemasan. Mungkin juga berefek positif terhadap autisme dan sindrom Asperger.

Peneliti dari Catalonia's Institute of Food and Agricultural Research, Spanyol, berusaha mencari cara lain untuk memasukkan probiotik ke dalam makanan.

Mereka berteori bahwa bakteri ini bisa digunakan di sosis fermentasi seperti pepperoni dan salami. Keduanya dibuat dengan bantuan bakteri fermentasi yang ada secara alami dalam daging mentah atau ditambahkan ke dalam daging pada proses produksi.

Menurut Live Science (18/02/2014), agar probiotik dapat bekerja, bakteri ini harus tahan terhadap asam di saluran pencernaan. Karena itulah peneliti berfokus pada mikroba yang ditemukan hidup di feses manusia.

Probiotik umumnya mengandung bakteri Lactobacillus dan Bifidobacterium. Keduanya ditemukan dalam kadar tinggi di kotoran bayi. Karena itulah, peneliti mengambil sampel kotoran dari popok 43 bayi berusia maksimal enam bulan.

Peneliti lalu menggunakan bakteri yang dikulturkan dari kotoran tersebut untuk membuat sosis fermentasi jenis fuet. Mereka juga membuat sosis dengan probiotik komersial. Namun, hanya sosis yang terbuat dari kotoran bayilah yang memiliki cukup mikroba baik untuk menyehatkan usus.

Lebih jauh lagi, lewat jurnal Meat Science, para peneliti mengatakan bahwa sosis buatan mereka terasa seperti fuet biasa. "Kami memakannya, dan rasanya sangat enak," kata Anna Jofre, ahli mikrobiologi pangan yang mengepalai penelitian ini.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads