Universitas di Amerika Sediakan Makanan China untuk Pertahankan Mahasiswanya

Universitas di Amerika Sediakan Makanan China untuk Pertahankan Mahasiswanya

- detikFood
Selasa, 18 Feb 2014 15:28 WIB
Foto: shanghaiist.com // Flickr
Jakarta - Sebuah kampus ternama di Amerika sengaja menambahkan menu makanan Asia di kantin kampus dengan maksud mempertahankan mahasiswa Asia. Boston University, menambahkan sedikitnya 15 menu makanan China yang otentik.

Menurut Christoper Bee, chef Dining Services Boston University (BU), makanan-makanan Asia ini disajikan di tiga wilayah ruang makan yakni Marciano Commons, Warren Towers, dan West Campus. Semakin tahun, mahasiswa yang berlajar di Amerika Serikat semakin meningkat.

Tetapi peningkatan jumlah mahasiswa China di kampus BU diiringi berita yang tidak menguntungkan bagi pihak kampus. Setelah liburan semester, setengah dari mahasiswa China di BU memilih untuk tidak kembali lagi.

Sebuah survei menyatakan bahwa sekitar 100 mahasiswa China, kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa program sarjana, menilai bahwa mereka tidak terbiasa untuk menikmati makanan yang tersedia di sana. Menurut mereka, makanan adalah hal yang penting dan otentik.

Pihak kampus akhirnya membuat makanan China agar para mahasiswa betah tinggal dan bersekolah dalam lingkungan kampus. Sengaja disajikan makanan China yang benar-benar otentik.

“Makanan China yang sudah mendapat pengaruh Barat adalah makanan yang fokusnya pada daging, sayuran, dan nasi. Sedangkan, masakan China yang otentik adalah makanan yang fokus terhadap sayuran, nasi, dan mi, dengan daging dan seafood sebagai sumber protein dan rasa,” kata Bee.

Makanan Barat dikenal sebagai makanan yang banyak digoreng. Sedangkan, makanan China lebih bervariasi, seperti panggang, kukus, dan rebus.

Mereka juga akan memperhatikan hidangan otentik ini sampai ke hal terkecil. Contohnya seperti air putih. “Para mahasiswa China tidak meminum air dingin, mereka meminum air hangat. Mereka percaya bahwa meminum air hangat itu sehat, jadi BU juga menambahkan dispenser yang berisi air hangat untuk menemani para mahasiswa menikmati makan siang mereka, “ jelas Bee.

Sekolah lain pun ternyata akan mengikuti gerakan ini. Seperti Aramark, perusahaan pelayanan makanan yang telah beroperasi di lebih dari 600 instansi pendidikan di Amerika. Survei yang diadakan oleh mereka juga menemukan bahwa 44% dari seluruh mahasiswa tersebut meminta kepada pihak kampus untuk menyediakan makanan China.

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads