Babae, Sup Krim Kacang dari Kabupaten Nias Selatan yang Gurih Bernutrisi

- detikFood Senin, 17 Feb 2014 14:29 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Mendengar nama Nias Selatan, sudah terbayang pantai yang indah, atraksi lompat batu, dan olahraga surfing. Akan tetapi bagaimana dengan kuliner Nias Selatan? Nias Selatan juga memiliki kuliner khas yang sangat unik dan tentunya lezat.

Salah satu hidangan khas Nias Selatan adalah babae, hidangan ini dibuat dari harita fakhe atau kacang beras yang dihaluskan, santan kental, garam, kuning telur, dan irisan ikan asap. Anda juga dapat menambahkan bumbu sup yang terdiri dari ketumbar, daun salam kering, dan kayu manis.

"Babae ini lazimnya menggunakan campuran daging babi, akan tetapi untuk babae yang kita buat ini menggunakan versi vegetarian yang dicampur dengan ikan baung asap," tutur Noniawati Telaumbanua, selaku ahli memasak dari Nias Selatan.

Versi membuat babae ini pun berbeda-beda di tiap daerah, biasanya di daerah To'ene (daerah pantai) kacang beras yang digunakan tidak dikupas akan tetapi untuk daerah Maniamele (pegunungan/bukit) kacang beras yang digunakan biasanya dikupas.

Babae biasanya dihidangkan sebagai hidangan pesta pernikahan atau acara pemberian nama anak yang baru lahir. "Hidangan ini tidak sembarangan di santap oleh masyarakat biasa akan tetapi hanya pada keluarga tertentu saja seperti keluarga bangsawan," tambah Noni saat ditemui oleh Detikfood di kawasan Jakarta Timur (17/02/2014).

Hal ini dikarenakan jika ingin membuat babae, harita fakhe atau kacang berasnya harus ditanam terlebih dahulu sebelum tiga bulan acara dimulai. Bentuk kacangnya persis kacang hijau hanya saja berkulit putih pucat. Di Nias Selatan kacang ini harus ditanam secara khusus karena sangat jarang sekali petani yang menjual kacang beras ini dalam jumlah besar.

Cara menghidangkan babae biasanya didampingi dengan nasi atau fake falogo yaitu nasi yang dimasak di periuk tanah liat. Cara memakannyapun juga unik. Nasi dikepal-kepal kemudian dicelupkan dalam sup dan dimakan.

Beras yang digunakanpun memakai beras asli Nias Selatan, yang teksturnya ramping dan kecil. "Walaupun petani di Nias belum mengetahui bagaimana cara pembudidayaan beras organik. Akan tetapi beras yang ditanam disana dapat saya katakan sebagai beras organik karena tidak melalui proses penyemprotan pestisida," jelasNoni.

Karena kuning telur ditumbuk bersama dengan kacang halus maka saat matang bentuknya persis sup krim. Kental putih dengan tekstur renyah kacang. Rasa gurihnya berasal dari santan kental dan encer yang ditambahkan. Selain enak, sup inipun sarat akan nutrisi.



(fit/odi)