Restoran juga biasanya memiliki beberapa pegawai yang memiliki tugas masing-masing. Khusus di restoran ini, Damon Baehrel, adalah koki restoran yang sekaligus sebagai pelayan, perawat tanaman, penjelajah, tukang kebun, pembuat keju dan daging.
Ia mengelola segalah hal di restoran yang luasnya sekitar 4,8 hektar dan memiliki sekitar 12 meja santap.Damon memang bukan koki biasa. Asap dari basement tempat lokasi restoran ini selalu mengepul setiap malam. Damon selalu memasak makanan yang semua bahan-bahannya ia tanam sendiri dan juga ia rawat sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu hidangan khas dari Damon adalah βsumac flavor ice slushβ, yaitu daun sumac yang dibuat dalam bentuk teh yang ditambahkan batang violet liar dari kebun belakang rumahnya. Juga sekitar selusin varietas anggur segar yang berasal dari kebunnya juga. Semua bahan-bahan itu ia bekukan lalu dihidangkan dalam kesegaran penuh.
Ada sekitar 18 orang yang ia layani setiap malamnya. Ia juga menjaga ruangan restoran yang didominasi warna merah dan putih ini agar selalu bersih. Begitu juga dengan rempah-rempah seperti daun, batang, umbi, dan buah liar yang ia panen untuk segera dimasak.
Damon juga membuat dessert spesial untuk para tamunya. βAcorn Ice Cream Coneβ. Es krim dari acorn yang membutuhkan waktu sekitar setahun untuk memanennya. Es krim ini juga dilengkapi dengan terong beku di atasnya.
Walaupun terdengar tidak biasa, orang-orang ternyata sangat menyukainya. Orang harus membayar sekitar 3.100.000 rupiah untuk dapat menikmati santapan mewah ini. Banyak orang yang terbang dari luar kota, bahkan luar negeri hanya untuk mengunjungi Earlton, New York, tempat restoran ini berada.
Sejauh ini, Damon telah mempunyai 48 pelanggan dari mancanegara. Bahkan, Obama pun pernah memesan meja di tahun 2011. Tetapi, hal itu masih simpang siur karena ia merahasiakan setiap tamu yang datang ke tempatnya.
Perpaduan dari makanan yang sehat enak serta eksklusif adalah hal terpenting. Tambah lagi, ia tidak pernah memasarkan restorannya, ia hanya membuka reservasi lewat emailnya saja.
Dengan pekerjaannya ini, Damon bisa menghasilkan sebanyak hampir 9 miliar per tahunnya. Hal ini berarti restorannya sukses. Damon juga mengaku bahwa ia belajar memasak dari ibunya, yang seorang tukang kebun. Ia juga pernah menjalani karier sebagai pembalap, tetapi karena cedera tahun 1985, kariernya berakhir.
Ia pun membeli sebidang tanah seluas 4 hektar bersama istrinya. Awalnya, ia membuka bisnis catering dan menyadari bahwa segala yang ia butuhkan ternyata ada di sekitarnya. Ia pun memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya untuk membangun apapun yang ada di sekitarnya.
Jika Anda berminat untuk memesan kursi di restoran Damon, sepertinya Anda harus cepat-cepat karena, bukan hanya harus menunggu antrian selama 5 tahun, tetapi pria yang berusia 51 tahun ini ingin pensiun di tahun 2018 nanti.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN