Ilmuwan Russia Kembangkan Makanan Cepat Saji Berbahan Lumut

Ilmuwan Russia Kembangkan Makanan Cepat Saji Berbahan Lumut

Fitria Rahmadianti - detikFood
Kamis, 13 Feb 2014 16:56 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Di tempat lembap, lumut bertumbuhan di kayu, tanah, dan permukaan lain. Tampaknya, belum pernah ada yang berpikiran memanfaatkan lumut sebagai makanan manusia. Kecuali para ilmuwan asal Russia ini.

Peneliti dari laboratorium penelitian Arctic di utara jauh Russia telah mengembangkan hidangan cepat saji dan praktis dari bahan-bahan lokal. Salah satunya adalah campuran roti kering dan lumut rawa dengan saus lichen (sejenis lumut).

"Tambahkan air panas saja. Makan siang Anda akan siap dalam tiga menit," ujar peneliti kepada Gubernur Daerah Otonomi Yamal-Nenets, Dmitry Kobylkin, pada acara food tasting.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deputi Direktur Laboratorium Alexander Lobanov juga menyarankan roti yang terbuat dari herba, lumut, dan lichen kepada Vesti Yamal TV. Ia mengatakan bahwa tumbuhan lokal yang melimpah tersebut mengandung banyak kebaikan.

Arctic Studies Centre mengungkapkan bahwa tumbuhan ini bisa jadi alternatif yang lebih sehat bagi orang-orang Nenets yang dulu nomaden atau berpindah-pindah tempat. Kini mereka hidup menetap dan mengadopsi makanan Russia.

Sayangnya, seperti dilansir situs BBC, mereka mengalami penyakit tak familiar. Mulai dari penyakit jantung dan atherosclerosis sampai diabetes. Daerah otonomi besar di utara Siberia ini ditempati oleh sekitar setengah juta orang, di mana 40.000 jiwa di antaranya adalah suku asli, Nenets.

Suhu di sana bisa mencapai hampir -60 C saat musim dingin. Selain makanan cepat saji, para peneliti juga mengembangkan cokelat lichen dan permen lumut.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads