Gara-gara Makan Berlebihan, Lambung Wanita Ini Harus Diangkat

Gara-gara Makan Berlebihan, Lambung Wanita Ini Harus Diangkat

Deani Sekar Hapsari - detikFood
Rabu, 12 Feb 2014 11:53 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Perayaan Imlek identik dengan hidangan berlimpah saat makan malam. Seorang wanita di China. terlalu banyak makan dan minuman alkohol saat imlek. Akibatnya, sakit perut akut dan menjalani operasi.

Wanita yang tidak diketahui identitasnya ini dilaporkan berumur 58 tahun dan tinggal di provinsi Jiangsu. Menurut Modern Express (12/02/2014), wanita tersebut harus dilarikan ke rumah sakit di Suzhou karena mengeluhkan sakit perut akut karena terlalu banyak makan dan minum bir.

Berita ini mulai tersebar di media sosial pada Kamis (06/02/2013) dan banyak meragukan keasliannya. Tapi, saat reporter Modern Express mengecek ke rumah sakit, ternyata ada 12 kasus yang sebelumnya sudah pernah terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti yang dilansir dalam Shanghaiist (12/02/2014) menurut sebuah laporan dari ahli nutrisi Beijing Friendship Hospital, wanita paruh baya tersebut didiagnosa gastrectasia. Karena itu tim dokter harus mengangkat semua bagian lambungnya.

Selama operasi, gas yang mengandung alkohol ethyl keluar dari perut pasien dan mengenai pisau operasi elektrik. Hal ini menghasilkan api dan hampir mengenai dokter. Wang Hao, kepala dokter di Nanjing Drum Tower Hospital menjelaskan walaupun kejadian ini tidak bisa dideskripsikan sebagai 'perut meledak'. Rumah sakit banyak mendapati kasus pelebaran lambung ekstrim.

β€œDalam perut terdapat banyak alkohol dan operasi dilakukan dengan pisau elektrik. Tidak mustahil hal ini menyebabkan api, tapi memang sangat jarang,” tutur Wang kepada Shangahaiist (12/02/2014).

Wang juga menjelaskan bahaya makan berlebih dan minum minuman alkohol. Biasanya, orang akan berhenti makan saat mereka kenyang. Meneguk minuman alkohol saat menyantap makanan berlimpah bisa membuat orang tak mengindahkan sinyal dari tubuh. Jika kasus seperti wanita tersebut terjadi lagi dan tidak langsung diobati, bisa berujung pada kematian.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads