Makan Dessert Terbukti Membuat Hubungan dengan Keluarga Makin Baik

Makan Dessert Terbukti Membuat Hubungan dengan Keluarga Makin Baik

Fitria Rahmadianti - detikFood
Senin, 03 Feb 2014 10:36 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sering merasa bersalah setelah menyantap dessert? Kini tak perlu lagi. Sebuah studi membuktikan bahwa makan dessert bisa memperbaiki mood. Efeknyapun lebih terasa jika bersantap bersama keluarga.

Seperti ditulis Mail Online (24/01/2014), penelitian mengenai kebiasaan makan sehari-hari ini menunjukkan bahwa sesekali memakan dessert bersama dapat memperbaiki suasana hati keluarga dan meningkatkan interaksi.

Anak-anak yang makan bersama keluarga juga cenderung lebih sukses, lebih sehat, dan lebih berhasil di sekolah. Mereka juga memiliki harga diri yang lebih tinggi serta berisiko rendah mengalami gangguan makan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Profesor Geoffrey Beattie yang menjadi penasihat studi ini mengatakan bahwa berbagi makanan sudah diketahui secara luas memiliki dampak psikologis, budaya, dan emosi yang signifikan. "Ini adalah bagian kritis dari evolusi kita dan inti dari dunia sosial kita sehari-hari," katanya.

"Studi ini menunjukkan bahwa sesekali makan dessert menghasilkan secercah kebahagiaan. Hal ini berdampak positif pada suasana hati keluarga, memengaruhi interaksi keluarga, dan menciptakan kenangan bahagia," tutur Beattie.

Juru bicara perusahaan Coppenrath & Wiese yang menggelar penelitian ini berpendapat bahwa kita biasanya melihat dessert sebagai hal yang rutin dan umum.

"Namun saya yakin kita merasakan sekejap antisipasi dan kegembiraan saat tahu akan ada dessert. Kita tak tahu bahwa dessert ternyata memiliki efek psikologis. Tampaknya, sesekali memakan dessert benar-benar memberikan rasa bahagia bagi keluarga Inggris," ujar sang juru bicara.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads