Peneliti menganalisis data kecelakaan mobil fatal dari database nasional Amerika Serikat. Di antara tahun 1994-2011, terdapat lebih dari 570.000 kecelakaan. Mereka memelajari kandungan alkohol dalam darah (BAC) pengemudi. Peneliti juga memeriksa indikator penyebab kecelakaan, seperti pengendara yang menerobos lampu merah serta mengemudi di jalur yang salah.
Pengemudi dengan BAC 0,1%, kadar terendah yang tercatat di database, 46% lebih berisiko dituding sebagai penyebab kecelakaan satu-satunya dibanding pengendara yang tak minum alkohol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring meningkatnya kadar alkohol dalam darah, kemungkinan pengemudi disalahkan atas kecelakaan juga bertambah. Peneliti juga menemukan tak ada efek ambang batas atau transisi mendadak dari tak bersalah hingga bersalah pada batas legal mengemudi sambil mabuk. Yang terjadi adalah, risiko kecelakaan meningkat secara perlahan dan pasti dari BAC 0,01% sampai 0,24%.
"Bahkan, meskipun Anda tak menyadarinya, Anda terganggu setelah mengonsumsi satu minuman. Mungkin efeknya tak separah lima minuman tapi tetap saja Anda terpengaruh," ujar peneliti David Phillips seperti ditulis Mail Online (22/01/2014).
Meski demikian, pengendara yang mabuk seringkali tak dihukum lebih berat daripada pengemudi yang tak minum alkohol. Praktiknya, hakim dan masyarakat luas menganggap BAC 0,8% sebagai batasan yang tegas, definitif, dan berarti. Merekapun tak memberikan hukuman berat bagi pengemudi yang meminum alkohol di bawah batas tersebut.
Seperti dimuat di jurnal Injury Prevention, Phillips berpendapat bahwa hal ini harus segera diubah. Hukum seharusnya mencerminkan apa yang dilihat penyelidik kecelakaan resmi.
"Tak ada yang istimewa dengan angka 0,8. Tak ada penelitian yang mengindikasikan ada perubahan besar dalam kapasitas mengemudi antara BAC 0,7 dan 0,8. Semakin rendah batas BAC legal, semakin kita semua merasa aman,", Phillips berpendapat.
Ia menambahkan, studi ini memiliki implikasi luas. 'Bagi pengemudi, jangan menyetir setelah minum alkohol. Sementara bagi penumpang, jangan menaiki mobil yang pengendaranya mabuk. Usahakan yang tak minum alkohol yang menyetir,' sarannya.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN