1. Takaran saji
Foto: Thinkstock
|
Hati-hati dalam melihat ukuran porsi dalam label makanan. Kandungan nutrisi biasanya ditulis berdasarkan per penyajian 100 gram. Ada juga yang ditulis berdasarkan satu kemasan. Kebutuhan nutrisi pada kemasan biasanya ditujukan untuk orang dewasa. Jadi jika ingin memberikan kepada anak sebaiknya cek label terlebih dahulu.
2. Nutrisi yang terdaftar
Foto: Thinkstock
|
Daftar nutrisi pada label makanan yang terdiri dari total kalori, kalori dari lemak, lemak total, lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, sodium, jumlah karbohidrat, serat makanan, gula, protein, zat besi, vitamin A, vitamin C dan kalsium. Kandungan nutrisi tersebut ditulis berdasarkan angka kecukupan gizi berdasarkan kebutuhan energi 2.000 kalori per hari.
3. Daftar bahan
Foto: Thinkstock
|
Saat melihat label nutrisi pada makanan kemasan, gula dan garam tidak selalu disebutkan dengan nama gula dan garam. Sebutan garam pada kemasan terdaftar sebagai sodium, monosodium glutamat (MSG) dan gula dapat disebut fruktosa untuk gula ekstrak malt atau monosakarida.
4. Persen nilai harian
Foto: Thinkstock
|
Berdasarkan diet 2.000 kalori yang ideal, persentase kebutuhan ini memberitahukanΒ berapa banyak jumlah nutrisi harian yang direkomendasikan dalam satu porsi. Jadi misalnya suatu produk mungkin memberikan 10 persen dari yang direkomendasikan dari serat harian yaitu 2,8 gram per porsi.
5. Kandungan vitamin dan protein
Foto: Thinkstock
|
Ketika membeli produk yang mengandung sayuran periksa kandungan vitamin C dan vitamin A, untuk anak-anak sebaiknya kandungan proteinnya minimal 7 gram per penyajian. Jika produk tertulis "bebas gula" maka harus mengandung 0,5 gram gula per porsi. Jika tertera "serat tinggi" mengandung setidaknya 5 gram serat per porsi
(odi/odi)