Bandeng (Chanos chanos) adalah hasil laut yang tidak akan pernah absen saat imlek. Bila sehari-hari bandeng yang dijual cenderung berukuran kecil, mendekati Imlek bandeng yang dijual berukuran super besar. Ikan bandeng jumbo yang hanya muncul sekali dalam setahun menjelang imlek ini banyak dijual di pasar tradisional.
Karena bandeng merupakan ikan atau 'yu' yang artinya kehidupan maka ikan bandeng merupakan simbol sesuatu dari air. Umumnya yang dipakai adalah ikan bandeng dari laut. Warnanya yang putih mengkilap melambangkan keberuntungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bandeng-bandeng beku ini diambil oleh para penjual dari daerah Muara Karang, Indramayu dan Tangerang. Selain itu, bandeng ini juga dapat ditemui di Jalan Petak Sembilan, Jakarta Pusat.
Bandeng imlek yang dijual ukuran paling kecilnya sekitar 0,5 kg. Sedangkan ukuran paling besarnya bisa mencapai 7 kg. Harga yang ditawarkan memang lebih mahal dari biasanya, jika tidak dalam suasana Imlek, bandeng dijual dengan harga 30.000 rupiah. Tetapi, saat imlek harganya mulai dari 60.000 rupiah.
Ikan bandeng memang mempunyai rasa yang gurih ketika disantap. Namun, bandeng termasuk ikan yang mengandung banyak duri dan terkadang berbau tanah. Walaupun begitu, bandeng tetap menjadi target pencarian masyarakat ketika Imlek datang.
Pasalnya, ikan bandeng ini wajib disantap saat imlek karena dianggap dapat membawa rejeki dan kelancaran karier bagi yang membelinya. Bukan hanya monopoli masyarakat keturunan China saja, ikan bandeng juga disukai orang Betawi.
Di Tangerang ikan bandeng jadi primadona. Ikan ini jadi hantaran wajib bagi menantu untuk mertua di hari raya imlek. Karenanya mereka berlomba membeli ikan bandeng yang terbaik dengan ukuran besar. Umumnya diolah menjadi pindang bandeng utuh. Juga disajikan saat makan bersama kelaurga di tahun baru.
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN