Baby Carrots Ternyata Dibilas Larutan Klorin yang Berbahaya

- detikFood Jumat, 10 Jan 2014 09:14 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Baby carrot atau baby cuts sering kita jumpai di supermarket. Wortel dengan bentuk mungil ini kedua ujungnya bulat dan dikemas dalam kantung plastik. Sayuran mini yang biasa disajikan sebagai pelengkap beefsteak ini ternyata mengandung klorin.

Seperti yang dilansir www.foxnews.com (8/01/2014), baby carrots ternyata tidak sesegar tampilannya. Pencarian di Googlepun menampilkan informasi kalau baby carrots dicurigai direndam dalam larutan klorin.

Baby carrots yang dijual di Amerika dengan nama 'baby cuts'. Berasal dari wortel berukuran panjang yang dibentuk kecil atau mini. Meskipun aslinya berupa wortel berukuran kecil yang ditanam khusus agar lebih kecil dan manis.

Bob Borda, seorang juru bicara dari Grimmway Farms, produsen wortel terbesar dunia, menyatakan mereka telah bertahun-tahun perusahaannya berusaha menggabungkan kualitas hibrida terbaik dari total 250 varietas wortel.

Namun baby carrots tidak berasal dari jenis wortel khusus. Pada pertengahan 1980-an, petani-petani wortel seringkali mengeluhkan banyaknya wortel yang baru dipanen mempunyai bentuk tidak sempurna. Wortel ini tentunya tidak dapat dijual. Seluruh wortel yang dipanen, 30% nya dibuang karena tidka sampurna.

Akhirnya seorang petani bernama Mike Yurosek memotong dan membentuk wortel yang terbuang itu menjadi bentuk mini 5 cm. Tujuannya agar mudah dimakan. Kini wortel mini ini bisa dijual dan digemari banyak orang.

Sejak awal tahun 1990 wortel mini ini menjadi sangat populer. Angka penjualannya pun mengalahkan seledri dan kentang di tahun 2007. Saat ditanam wortel ini ditaruh berdekatan sehingga menghasilkan umbi yang lebih kecil dari wortel normal.

Setelah dipanen biasanya dikupas dan dibentuk atau dipotong hingga menjadi ukuran kecil. Namun, sebelum dipasarkan wortel ini direndam dalam larutan klorin. Larutan ini biasanya dipakai untuk menjernihkan air kolam renang.

Borda menyatkan bahwa Grimmway Farms memakai klorin dalam wortel mereka untuk mencegah keracunan makanan, sebelum mencucinya dengan air. Tetapi Grimway berkilah bahwa klorin yang digunakan masih dalam batas normal menurut EPA dan sebanding dengan jumlah air keran yang digunakan.

Lalu bagaimana tanggapan seorang ahli nutrisi ? Ashley Bade, pakar nutrisi dan pendiri Honest Mum Nutrition menyatkan klorin memang diperlukan untuk mpencegah bakteri perkembangan bakteri E-coli.

Namun, Dr. Aruna Weerasooriya, seorang peneliti dan profesor ilmu pertanian di Prairie View A&M University menyatakan bahwa manipulasi sayuran dengan cara ini bisa mengurangi nilai nutrisinya. Dulu di dalam wortel liar terdapat zat bernama Tyhmol, yang baik untuk tubuh untuk mengontrol bakteri dan dan virus.

Namun sayangnya zat tersebut sudah tidak terdapat pada wortel jenis baru yang ditanam baik organik atau tidak. Karenanya jika ingin lebih aman, sebaiknya mengupas, memotong-motong wortel hingga berukuran mini sesuai selera daripada membeli dalam bentuk potongan.



(dni/odi)