Sari Bit dan Air Rendaman Keju Dipakai Cairkan Es di Jalanan Amerika

Sari Bit dan Air Rendaman Keju Dipakai Cairkan Es di Jalanan Amerika

Fitria Rahmadianti - detikFood
Kamis, 09 Jan 2014 16:15 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Cuaca ekstrem sedang melanda Kanada dan sebagian Amerika Serikat. Jalanan tertutup es, membuatnya licin dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Petugaspun mencari cara untuk mencairkan lapisan es tersebut, salah satunya dengan sari bit dan air rendaman keju.

Biasanya, pelumeran es dilakukan dengan menaburkan rock salt atau butiran kasar sodium klorida yang sudah dicampur dengan air. Namun, air garampun membeku di bawah suhu -18 C. Padahal, suhu saat ini di beberapa wilayah di Amerika Serikat mencapai -40 C.

Oleh karena itu, petugas transportasi sedang mencari cara yang murah dan ramah lingkungan agar rock salt bisa bekerja dengan lebih baik. Bahan tambahan ini harus membuat rock salt tahan lebih lama di jalan dan dapat melelehkan es dengan suhu yang lebih rendah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Milwaukee, petugas jalan sedang bereksperimen dengan air sisa pembuatan keju. New York dan Pennsylvania sedang mencoba sari bit, sementara molasses (produk turunan gula) dan sari kentang sedang diuji coba di wilayah-wilayah lain.

"Negara bagian menggunakan apapun yang dapat mereka temukan yang bekerja terutama di suhu rendah," ujar Tony Dorsey dari American Association of State Highway and Transportation Officials, seperti diberitakan Associated Press (07/01/2014).

Banyak produk pencair es yang dipasarkan secara komersial seperti Ice Bite dan Magic Salt. Namun, petugas transportasi Milwaukee punya resep sendiri.

Manajer operasi armada kota tersebut, Jeffrey Tews, telah mengirimkan truk ke sebagian pabrik keju Wisconsin untuk mengambil air rendaman keju. Cairan ini digunakan untuk menyiram jalanan dan membasahi rock salt. Keju mozzarella dan provolone ternyata merupakan keju dengan kandungan garam yang paling pas.

Petugas kota kini sedang mencari tahu apakah air rendaman keju yang diperoleh secara gratis ini dapat menggantikan cairan kalsium klorida seharga 70 sen per galon yang saat ini dipakai sebagai pelumer es. Air ini memang sedikit berbau keju, namun setelah beberapa kali dicoba, tak ada yang protes.

"Kami mengambil produk yang biasanya dibuang dan menggunakannya kembali," kata Tews.

The New York State Thruway Authority memulai program tersebut tiga tahun lalu dengan menggunakan bahan buangan lain, yakni sari sugar beet dari proses pemurnian gula. Secara ilmiah, karbohidrat dalam sari bit membantu mencegah pembentukan es di jalan.

Campuran 80% air rendaman keju dan 20% sari bit juga mencegah garam menyebar sehingga jumlah garam yang diperlukan bisa dikurangi hingga 30%. Pada gilirannya, hal ini juga bisa mengurangi korosi pada kendaraan, jalan, dan tanaman.

Musim dingin ini, para kru berencana menggunakan 379.000 liter campuran sari bit dan air rendaman keju di jalan tol sepanjang 917 km. Mereka berjanji campuran berwarna kecokelatan ini tak akan menodai jalan.

"Baik molasses maupun sari bit sangat kental dan memungkinkan air rendaman keju menempel ke garam tanpa mengaktifkan garam," kata Rob English, presiden Chemical Solutions Inc yang memproduksi produk pencair es, di antaranya Magic Salt yang mengandung molasses.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads