Bos Jual Resto Demi Biayai Pengobatan Karyawan yang Tumor Otak

Bos Jual Resto Demi Biayai Pengobatan Karyawan yang Tumor Otak

Fitria Rahmadianti - detikFood
Kamis, 09 Jan 2014 13:27 WIB
Foto: Jason Fochtman/The Courier
Jakarta - Mungkin Michael De Beyer adalah salah satu bos terbaik di dunia. Ia rela menjual usahanya, sebuah restoran dan bar Jerman, demi membiayai pengobatan salah satu karyawannya yang menderita tumor otak.

De Beyer adalah pemilik Kaiserhof Restaurant and Wunderbar di Montgomery, Texas, Amerika Serikat. Ia sudah menjalankan bisnis restorannya selama 17 tahun. Namun, tempat makan seluas 557 meter persegi tersebut akan dilelang untuk tujuan amal.

Pria ini ingin membantu membiayai pengobatan Brittany Mathis (19 tahun), pelayan di restorannya. Berawal dari ruam di kaki Mathis, dokter melakukan scan MRI dan CAT untuk mengetahui penyebab penggumpalan darah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka menemukan tumor seukuran bola pingpong di otak gadis muda ini. Sayang, Mathis tak punya asuransi dan belum mendaftar untuk memperoleh layanan kesehatan murah, sehingga biaya rumah sakit menumpuk.

Ternyata, dulu ayah Mathis juga mengalami tumor otak namun tak terdeteksi, sehingga ia harus pergi untuk selamanya pada tahun 2000 di usia 33 tahun. Sementara itu, kakak dan ibu Mathis juga bekerja sebagai pelayan dan manajer di Kaiserhof.

"Keluarga ini bekerja sangat keras. Mereka mengalami banyak musibah di masa lalu. Mereka bahkan tak meminta bantuan kepada siapapun," ujar De Beyer kepada situs KHOU (06/01/2014).

De Beyer mengaku tak bisa diam saja dan membiarkan hal ini terjadi. "Saya tak akan bisa hidup tenang dan bahagia mencari uang dari restoran, padahal saya tahu ia memerlukan bantuan, tutur De Beyer.

De Beyer sudah berusaha menjual usahanya selama bertahun-tahun. Selain untuk membantu Mathis, ia juga ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan istri dan kedua anaknya.

Meyakini restorannya bernilai $2 juta (Rp 24,5 miliar), De Beyer menolak penawaran sebesar $1,3 juta (Rp 15,9 miliar). "Sekarang saya ingin melelangnya dengan tawaran terendah (50% dari total nilai). Berapapun nilai di atasnya yang didapat akan disumbangkan kepada Mathis," katanya kepada situs The Courier (05/01/2014).

Mathis merasa sangat bersyukur atas bantuan ini. "Menurut saya ini adalah berkah yang luar biasa. Saya sangat berterima kasih kepada De Beyer dan keluarga. Tak pernah terpikirkan sebelumnya ada orang yang mau melakukan hal ini. Saya merasa sangat senang," ucap Mathis.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads