Racikan Cocktail dengan Mentimun, Wortel, dan Kangkung Kini Populer

Racikan Cocktail dengan Mentimun, Wortel, dan Kangkung Kini Populer

- detikFood
Kamis, 09 Jan 2014 09:34 WIB
Foto: NY Daily News
Jakarta - Bartender yang meracik cocktail di bar atau lounge biasanya mencampurkan beberapa jenis minuman. Tetapi di Colonie dan Gran Electrica di Brooklyn dan The Wayland di Manhattan, disajikan minuman beralkohol yang dicampur sari sayuran!

Minuman hasil racikan para bartender di tempat-tempat ini mengandung sari sayuran yang sengaja ditambahkan untuk memperkaya rasa. Rasa mentimun, wortel, kangkung, dan kacang polong bisa dipesan.

Mixologist atau peracik minuman seperti tak kehabisan akal untuk membuat minuman dengan rasa baru. Mereka berpikir kenapa tidak mencampurkan kale, kacang polong, wortel dan mentimun ke dalam vodka, tequila, dan rum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Contohnya saja, sebuah restoran musiman di Brooklyn bernama Colonie menawarkan Cool Hand Cuke cocktail. Cocktail ini terbuat dari jus timun segar, vodka timun organik, dan sirup mint. Pemilik Colonie sekaligus mixologist restoran bernama Tamer Hamawi sangat bersemangat meracik minuman ini.

Ia membuat inovasi campuran minuman yang jarang digunakan dan sarat akan gizi yang tinggi. Sementara itu, bar lain membuat campuran minuman seperti komposisi obat.

Apotheke, sebuah bar di kawasan Chinatown membuat bahan-bahannya dari bahan organik. The Edamame and Shiso, yaitu minuman yang terbuat dari vodka, edamame, mentimun, daun shiso (salah satu jenis herba), jahe serut, dan 'wasabi-pink Himalayan salt rim.'

Sedangkan Gran Electrica, restoran bergaya Meksiko menyajikan minuman berwarna oranye yaitu Margarita 20/20. Cocktail ini merupakan campuran jus wortel, tequila blanco, dan lain-lain. The Wayland di East Village membuat Garden Variety, margarita berwarna hijau terang dengan jus kale.

Awalnya, ramuan ini dipakai oleh Jason Mendenhall, peraciknya, sebagai ramuan obat. Namun, suatu hari, ketika teman-temannya datang berkunjung, inspirasipun datang dan ia mencoba minuman ini untuk dijual sebagai menu tambahan di restorannya.

Menurut masing-masing pengelola tempat, deretan minuman-minuman ini dibuat dengan bahan premium yang tidak menambah bahan pemanis buatan atau bahan aditif lainnya. Mereka berharap bahwa minuman ini tidak banyak memberikan dampak buruk bagi siapa saja yang menenggaknya.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads