Kini Tutup Botol Berulir Mulai Banyak Dipakai Para Pembuat Wine

Kini Tutup Botol Berulir Mulai Banyak Dipakai Para Pembuat Wine

Deani Sekar Hapsari - detikFood
Jumat, 03 Jan 2014 16:15 WIB
Foto: NPR
Jakarta - Cork yang sering dipakai sebagai penutup botol wine mewah saat ini mulai tergeser kepopulerannya dengan tutup botol berulir. Penggantian tutup botol ini dikatakan bisa menjaga rasa dan kualitas wine setelah dibuka.

Cork bottle stopper modern berbentuk tabung dengan warna cokelat terbuat dari sel kulit mati pohon cork oak. Teknik pembuatan tutup botol ini telah ditemukan di makam Mesir yang berumur ribuan tahun yang lalu. Masyarakat Yunani kuno menggunakan jala ikan, sandal, dan tutup botol.

Tutup botol berulir untuk botol wine telah diciptakan sejak 1950. Pemakaian tutup botol tersebut biasanya dihubungkan dengan tingkat harga wine. Tapi, hal tersebut berubah sekitar 10 tahun lalu saat para pembuat wine di Selandia Baru dan Australia menggunakan tutup botol berulir pada hampir semua jenis wine, termasuk yang berkualitas tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemampuan tutup botol berulir untuk menjaga rasa dan kualitas wine sudah diketahui sejak tahun 1980. Salah satu contohnya adalah wine dari Cupcake Vineyards di Livermore, California yang menggunakan tutup botol berulir untuk sauvignon blanc dan pinot grigio.

β€œTutup botol berulir bisa menjaga botol tertutup rapat dan tidak membiarkan oksigen masuk ke dalam, sehingga hal ini bisa menjaga kualitas wine,” tutur James Foster selaku pembuat wine di Cupcake Vineyard kepada NPR (03/01/2013).

Di sisi lain, ia menggunakan cork untuk chardonnay, carbenets, dan red velvet yang mempunyai rasa lebih kompleks. Pada wine dengan botol lebih besar dan rasa lebih kuat, oksigen yang masuk lewat tutup cork membantu melembutkan tannins sehingga lebih mudah diminum oleh para konsumen.

Walaupun tutup botol berulir mulai populer, banyak ahli wine yang menyarankan wine disimpan dengan tutup cork. Selain itu, banyak sommelier yang menganggap membuka tutup cork wine adalah ritual yang tidak tergantikan.

β€œIni adalah bagian dari ritual, tapi saat satu hal dalam hidup yang sudah dilakukan dalam waktu lama berubah, banyak orang sudah terbiasa,” tutur Lucas Paya selaku wine director untuk Think Food Group.

Sebagai sommelier, Lucas menyatakan saat membuka wine yang mempunyai tutup berulir, ia lebih berfokus pada elemen lainnya dalam botol wine. Ia akan lebih fokus menjelaskan tentang label dan rasa wine.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads