Karyawan The Wall Street Journal Ini Temukan Katak Mati di Dalam Saladnya

Karyawan The Wall Street Journal Ini Temukan Katak Mati di Dalam Saladnya

- detikFood
Jumat, 03 Jan 2014 09:46 WIB
Foto: huffington post
Jakarta - Salad merupakan salah satu makanan sehat yang rentan terkontaminasi, terlebih jika tidak dicuci dengan bersih. Ada beberapa kejadian menjijikkan mengenai kontaminasi salad seperti terdapat cicak dan baru-baru ini ada katak di dalam salad.

Seperti diberitakan Huffingtonpost (30/12/2013), saat jam makan siang seorang karyawan Wall Street Journal memesan salad nicoise di Pret A Manger untuk disantap di kantornya. Ia membuka kemasan salad di mejanya dan mulai menikmatinya. Namun, ketika makan sekitar setengah bagian, ia menemukan seekor katak yang mati dengan panjang sekitar 5 cm berwarna hijau kecokelatan.

Kemudian Kathryn Lurie, rekannya yang juga salah seorang editor di Wall Street Journal memotret salad dengan katak di dalamnya. Selanjutnya ia mengunggah ke akun twitter dan instagramnya dan mendapatkan banyak tanggapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

llen Roggemann, selaku wakil presiden pemasaran Pret A Manger mengatakan, "Salad yang dibuat direstoran ini menggunakan bahan makanan alami organik.” Bisa jadi hal ini yang membuat katak ada di dalam salad tersebut.

"Kami tidak menggunakan pestisida dengan sayuran hijau kami dan kemungkinan ada kesalahan dengan pencucian bahan makanan untuk salad," tutur Ellen. "Suatu hal yang disayangkan bahan organik telah mengakibatkan hal tersebut," tambahnya.

Karyawan The Wall Street Journal yang tak mau disebut namanya membawa saladnya kembali ke restoran Pret A Manger yang berlokasi di seberang kantornya di New York. Ia menyerahkan salad berisi katak mati ke manajer restoran, dan manajer meminta maaf.

Restoran Pret A Manger mengeluarkan pernyataan tentang insiden tersebut : "Pret A manger, menanggapi isu-isu seperti ini dengan serius. Salad kami bersumber dari perkebunan yang tidak menggunakan pestisida pada produk. Oleh karena itu kemungkinan ada proses yang terlewatkan dalam mengolah salad. Kami sedang berusaha mencari masalahnya dan dapat dipastikan hal ini tidak akan terjadi lagi.”

(dni/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads