Makna Jeruk Mandarin dan Mochi bagi Orang Jepang di Tahun Baru

Makna Jeruk Mandarin dan Mochi bagi Orang Jepang di Tahun Baru

- detikFood
Senin, 30 Des 2013 15:09 WIB
Makna Jeruk Mandarin dan Mochi bagi Orang Jepang di Tahun Baru
Foto: Thinkstock
Jakarta -

1. Jeruk mandarin di atas mochi

Foto: Thinkstock
Dua tumpuk mochi bundar (kagami) yang menjadi kue khas tahun baru di Jepang biasanya diberi jeruk mandarin (mikan) di atasnya. Sebenarnya, secara tradisional yang dipakai adalah jeruk daidai. Jeruk ini dianggap membawa keberuntungan karena kata tersebut bisa berarti 'generasi ke generasi', sehingga diharapkan keturunan sebuah keluarga akan panjang dan sejahtera.

Namun, daidai besar dan pahit, sehingga jeruk mandarin yang lebih enak lebih banyak dipakai di zaman modern ini. Meski berbeda jenis jeruk, jeruk mandarin tetap menyimbolkan kesehatan dan panjang umur seperti daidai.

2. Bentuk bundar mochi

Foto: Thinkstock
Mochi yang dibentuk bundar adalah penghormatan terhadap dewi matahari, Amaterasu. Menurut mitologi Jepang, bumi jadi gelap ketika Amaterasu bersembunyi di goa. Akhirnya, sang dewi matahari keluar gua karena sebuah cermin, sehingga cahayanya kembali menerangi dunia.

Mochi kagami yang berbentuk bundar, bertumpuk dua dengan mochi yang lebih kecil di atas, dianggap berbentuk seperti cermin. Jadi, mochi ini menyimbolkan pembaharuan cahaya dan energi di awal tahun baru.

3. Sumpit khusus

Foto: Rocket News 24
Untuk tahun baru, orang Jepang tak menggunakan sumpit biasa yang hanya salah satu ujungnya yang runcing. Mereka memakai iwaibashi, sumpit dari kayu pohon willow yang dianggap keramat sejak dulu. Bagian tengahnya agak tebal untuk mewakili karung jerami yang penuh panen padi.

Sementara itu, kedua ujungnya yang runcing menunjukkan bahwa sumpit bisa dipakai untuk makan di kedua ujungnya. Namun, gunakan satu ujungnya saja saat makan karena ujung satu lagi ditujukan bagi dewa-dewa yang hadir saat pesta.

4. Sake spesial tahun baru

Foto: Thinkstock
Sake yang ini berbeda karena diberi herba obat dan disajikan khusus di tahun baru. Konon, sake tersebut dapat mengusir kesialan di tahun lalu dan membuat sehat dan panjang umur di tahun baru.

Sake yang disebut o-toso ini menggunakan kanji yang berarti 'mengalahkan roh jahat'. Herba di dalamnya diyakini dapat membantu pencernaan dan melindungi tubuh dari pilek, sehingga cocok untuk tahun baru yang berada di musim dingin.

Sakenya disimpan di teko berpernis dan dituangkan ke tiga cangkir dangkal yang berbeda ukuran. Setiap anggota keluarga menyeruput mulai dari cangkir paling kecil hingga yang paling besar. Tamu yang mampir saat tahun baru juga disuguhi sake spesial tersebut untuk mendoakan agar mereka selalu sehat di tahun baru.

5. Osechi ryori

Foto: Thinkstock
Osechi ryori, makanan tahun baru tradisional di Jepang, memiliki sejarah panjang yang berawal dari periode Heian (794-1185). Awalnya, memasak makanan di perapian selama tiga hari pertama di tahun baru dianggap tabu. Jadi, boks-boks yang dapat ditumpuk berisi makanan yang tahan lama disiapkan pada 31 Desember untuk dikonsumsi selama tiga hari berikutnya.

Meski kini memasak pada 1-3 Januari diperbolehkan, banyak keluarga masih menikmati osechi ryori karena makanan-makanan tersebut diyakini dapat membawa keberuntungan.
Halaman 2 dari 6
(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads