Setelah adonan dilipat dengan lemak agar membentuk lapisan seperti puff pastry, adonan digilas dengan rolling pin. Kemudian, adonan dibuat bentuk cincin dengan cetakan donat. Menurut pakar pastry Yongki Gunawan, Dominique Ansel menggunakan cetakan berdiameter 12 cm, sementara Yongki sendiri memakai ukuran 8 cm.
Dari bulatan-bulatan tersebut, tentu ada sisa lubang cronut atau adonan yang tak bisa lagi dicetak. Jangan dibuang! Sisa adonan tersebut bisa digunakan lagi untuk dicetak sebagai cronut. Yongki membagikan caranya pada cooking class cronut Detikfood, Sabtu (07/12/13).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah digilas, cetak lagi. Ulangi tahapan berikutnya, yakni mendiamkan cronut di kulkas semalaman, membiarkannya mengembang di ruangan hangat, lalu menggorengnya. Bagaimanapun juga, hasilnya tak sebagus cetakan pertama karena lapisannya jadi tampak menyatu, tak terpisah. Setelah difermentasi, tingginyapun berkurang dari adonan pertama.
Setelah dicetak ulang, tentu masih ada sisa adonan. Apakah masih bisa dimanfaatkan? "Bisa digoreng, tapi bentuknya tidak bagus. Mungkin bisa untuk dikonsumsi sendiri, tapi tidak untuk dijual atau jadi hantaran. Jadi, sekitar 20% adonan terbuang," kata Yongki.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN