Di jurnal PLoS ONE, peneliti dari University of Gavle, Swedia, meneliti sekelompok orang yang diberi dua cangkir kopi biasa. Namun, peneliti mengatakan bahwa salah satu kopi tersebut organik.
Kemudian, para peserta ditanyai kopi mana yang lebih enak. Meski kedua kopi tersebut identik, mereka menyebutkan bahwa kopi 'organik' terasa lebih nikmat. Kesimpulannya, label saja tampaknya cukup untuk mengubah ekspektasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut peneliti, terbukti bahwa label yang berhubungan dengan lingkungan tak hanya mendorong keinginan untuk membayar lebih, tapi juga dapat meningkatkan pengalaman persepsi terkait rasa produk. "Siapa yang perlu krim dan gula kalau ada eco-label?" kata peneliti.
Patrik Sorqvist, salah satu peneliti, menambahkan bahwa pada produk yang berasal dari tanaman seperti kopi, pelanggan dapat dengan mudah membayangkan perbedaan produksi yang dapat memengaruhi rasa, seperti penyemprotan dengan zat antihama. Penelitian sebelumnyapun menunjukkan bahwa kita cenderung menganggap produk organik lebih menyehatkan dan rendah kalori.
Berdasarkan data, empat dari lima rumah tangga di Inggris membeli produk organik meski mahal. Penjualan tahunan di Inggrispun kini mencapai Β£1,5 miliar (Rp 29,6 triliun).
Buah, sayur, telur, dan daging organik memang biasanya dihasilkan tanpa pestisida, pupuk buatan, maupun teknik pertanian intensif. Namun, studi Badan Standar Pangan pada 2009 mengatakan bahwa pangan organik tak lebih sehat maupun lebih bernutrisi dari produk biasa.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN