Bill Gates Danai Pengembangan Produk Nabati Pengganti Telur

- detikFood Senin, 09 Des 2013 11:43 WIB
Foto: associated press
Jakarta - Dengan semakin berkurangnya lahan untuk beternak ayam, sebuah proyek dikembangkan untuk mencari pengganti telur. Lewat serangkaian eksperimen, masyarakat nantinya bisa menikmati alternatif protein dari telur berupa protein dari produk nabati.

Proyek ini di didanai oleh investor Silicon Valley sekaligus pendiri Microsoft, Bill Gates. Bersama dengan perusahaan Hampton Creek Foods, mereka mencari solusi industri telur yang yang banyak dikatakan membuang energi, menambah polusi, dan memicu berbagai penyakit seperti salmonela.

Dalam laboratorium makanan yang terletak di South of Market, San Fransisco tim chef dan biochemist menguji coba alternatif telur dari berbagai tanaman. Tim peneliti menumbuk kacang dan mengamati lewat mikroskop untuk mempelajari struktur molekular yang mendekati telur. Sejauh ini, perusahaan telah menganalisa 1.500 tipe tumbuhan dari lebih 60 negara.

“Penelitian muncul dengan 11 bahan makanan, pendekatan kami untuk menggunakan tanaman yang lebih ramah lingkungan dan lebih rendah emisi gas kaca, air, dan harga lebih terjangkau untuk membuat sistem makanan yang lebih baik,” tutur Josh Tetrick selaku CEO Hampton Creek Food.

Dilansir dalam Associated Press (09/12/2013) Produk pertama yang dikeluarkan perusahaan tersebut, mayonaise Just Mayo dijual hampir sama dengan mayonaise reguler. Untuk nantinya, mereka akan mulai menjual adonan biskuit dan tepung yang mempunyai tekstur sama seperti telur saat digoreng di wajan.

CB Insight, venture capital firm menginvestasikan hampir $350 juta pada tahun lalu. Dana ini lebih besar dibandingkan $50 juta pada tahun 2008. Hal ini dianggap sebagai langkah terbaik khususnya bagi negara pecinta daging seperti Amerika Serikat. Tapi, banyak juga yang meragukan produk alternatif pengganti telur.

The American Egg Board yang mewakili produsen telru Amerika Serikat menyatakan telur tidak bisa diganti. “Pelanggan kami tidak tertarik pada pengganti telur. Mereka ingin telur yang asli dengan bahan makanan yang umum,” tutur Mitch Kanter selaku executive director.

(dni/odi)