Krisis Ekonomi dan Gaya Hidup Mengubah Pola Makan Orang Prancis

Krisis Ekonomi dan Gaya Hidup Mengubah Pola Makan Orang Prancis

- detikFood
Jumat, 29 Nov 2013 15:42 WIB
Krisis Ekonomi dan Gaya Hidup Mengubah Pola Makan Orang Prancis
Foto: BBC
Jakarta - Selain dikenal di bidang mode, kuliner Prancis seperti escargot, foie gras, coq au vin, sampai tarte tatin, terkenal karena lezat. Namun, seiring berkembangnya zaman, Prancis pun mulai berubah. Akankah kuliner Prancis kehilangan pamornya?

Sejak tahun lalu, ada sekitar 54% restoran Prancis yang berganti menjadi gerai makanan cepat saji. Perlahan tradisi kuliner turun-termurun mulai ditinggalkan oleh generasi mudanya. Lalu, bagaimana hal ini bisa terjadi?

1. Makan siang di meja kerja

Foto: BBC
Kebiasaan turun-temurun seperti makan di meja makan rumah semakin ditinggalkan. Orang Prancis sekarang lebih suka makan di meja kerja dengan makanan cepat saji karena lebih praktis, mudah, serta murah. Charles Mendy, seorang pengusaha dulu suka menghabiskan waktu sekitar 1 jam di meja makan. Namun, tuntutan pekerjaan yang tinggi membuat ia memilih untuk menghabiskan makanan di depan komputer. β€œSebenarnya saya bisa saja makan di meja makan, namun itu artinya saya harus bekerja satu jam lebih lama pada malamnya.”

2. Salad dan Air

Foto: BBC
Restoran-restoran yang berganti menjadi gerai makanan cepat saji pun punya alasan tersendiri. Selain masalah krisis yang menaikkan harga setiap menu, orang-orang Prancis juga selalu merasa kekurangan waktu. Pemilik restoran selalu menawarkan menu barua. Namun mereka hanya memilih salad dan air. Mereka begitu keras bekerja bahkan tak punya waktu untuk duduk sebentar dan menikmati makanan enak. Mereka juga takut menjadi pengangguran karena rekor pengangguran di Prancis berada di puncak tertinggi.

3. Murah dan Nyaman

Foto: BBC
Tak berhenti dengan masalah pengangguran, masalah pajak pun menjadi beban orang-orang Prancis. Di tahun 2009 saja mereka wajib membayar pajak penghasilan sekitar 754.000 rupiah dan di tahun 2013 mereka dikenakan pajak sekitar 1.156.000 juta. Dengan begini, makanan cepat saji seakan menjadi jawaban atas masalah mereka karena faktor murah dan praktisnya. Industri makanan cepat saji di Prancis menjadi dua setengah kali lipat lebih besar dibandingkan dua tahun lalu.

4. Gaya Hidup

Foto: BBC
Walaupun begitu, tren mode di sana seperti berbanding terbalik. Di satu sisi, para wanita boleh saja membeli pakaian mereka dengan merk-merk terkenal, tetapi di sisi lain mereka akan menghabiskan makan malam di restoran mewah setiap dua minggu sekali. Kemudian makan makanan cepat saji selama seminggu penuh. Jumlah orang yang pergi ke restoran mewah pun turun sebanyak 13% dari tahun lalu. Hal ini bukan berarti selera makan orang-orang Prancis akan makanan menurun, tetapi ada banyak faktor yang mengubah pola pikir mereka.
Halaman 2 dari 5
(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads