Pecandu Alkohol Dapatkan Bir Setelah Bersihkan Lingkungan Di Amsterdam

Pecandu Alkohol Dapatkan Bir Setelah Bersihkan Lingkungan Di Amsterdam

Deani Sekar Hapsari - detikFood
Jumat, 22 Nov 2013 11:56 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Angka pecandu alkohol di Amsterdam, semakin meningkat. Khawatir akan gangguan keamanan, pemerintah setempat membuat program. Para pecandu alkohol akan dibayar dengan uang, bir, dan makanan jika bersedia membersihkan area kota.

Akhir-akhir ini, masyarakat yang sedang bersantai di Oosterpark, Amsterdam melaporkan gangguan dari sekelompok pecandu alkohol di sana. β€œGrup pencandu alkohol kronis ini menimbulkan gangguan di taman tersebut seperti perkelahian, berisik, dan mengejek wanita,” tutur Gerrie Holterman, kepala proyek Rainbow Foundation yang didanai oleh pemerintah Belanda.

Mengatasi masalah tersebut, Rainbow Foundation mengajak para pecandu alkohol untuk membersihkan taman dan area kota. Sebagai imbalannya, para pria tersebut mendapatkan 10 euro atau sekitar Rp 156.000, setengah bungkus rokok, dan yang paling penting lima kaleng bir. Dua kaleng diberikan sebelum bekerja, dua kaleng saat makan siang dan satu kaleng setelah kerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Partisipan dibagi dalam dua kelompok yang masing-masing berisi 10 orang, setiap grup bekerja tiga hari dalam seminggu. Pagi pukul 09.00, para pekerja akan ditawarkan bir dan kopi, Gerrie akan mencatat berapa banyak bir yang sudah dikonsumsi. Namun agaknya hal tersebut sudah tidak diperlukan karena banyak pekerja yang memberitahu berapa banyak bir yang sudah dikonsumsi.

Dilansir dalam AFP (21/11/2013), untuk makan siang, tim kembali ke tenda dan mendapatkan dua bir serta makanan hangat sebelum melanjutkan shift siang yang berakhir pada 15.30. β€œMereka tidak lagi berkeliaran di taman, minum lebih sedikit, dan makan lebih sehat, ditambah ada pekerjaan yang membuat mereka sibuk,” tutur Gerrie.

Bagi para pekerja, program ini juga diakui efektif. β€œSaat saya sampai di rumah, saya lelah dan tidak ingin minum. Kami juga merasa lebih puas karena pekerjaan kami lakukan dengan baik dan merasa menjadi bagian dari masyarakat,” tutur Vincent (48), mantan pembuat roti. Ia menyatakan bir yang relatif ringan dengan kadar alkohol lima persen, bukan 11-12 persen.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads