Di China, daging kangguru termasuk daging yang mewah. Hal ini didukung dengan pernyataan World Trade Organization bahwa konsumsi daging akan naik sebanyak 17% selama delapan tahun ke depan. Namun, para eskportir dari Australia belum mendapat izin untuk menjual daging kangguru tersebut.
βSaya akan pertimbangkan untuk berdiskusi dengan pihak China, karena saya pikir pasar daging kangguru memang besar di sana,β ujar Menteri Pertanian Bamaby Joyce kepada Australian Broadcasting Corp.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternyata, tidak semua orang menyukai kangguru. βBagaimana mungkin hewan selucu itu ada di antara sumpit kita?β kata Liu Xinxin, mahasiswi berumur 21 tahun dari Beijing. Rupanya komentar Liu tersebut mendapatkan respons Australia dan mengakibatkan penjualan daging kangguru tertunda sementara.
Padahal, pada tahun 2008 pemerintah Australia telah mengadakan survei. Hasilnya menyebutkan bahwa seperlima orang Australia tidak akan pernah makan daging kangguru karena alasan etis. Lainnya beralasan tidak akan makan daging tersebut lantaran hewan tersebut telah menjadi simbol negara.
Survei membuktikan bahwa hanya 15,5% orang mengonsumsi daging kangguru lebih dari empat kali dalam setahun. Di Australia, daging kangguru dijual seharga 234.000 rupiah per kg, harga ini lebih murah 30-50% dari daging sapi. Industri daging kangguru ini sering menggembar-gemborkan bahwa daging ini adalah daging yang tinggi protein, rendah lemak, dan bermanfaat bagi kesehatan.
John McVeigh, menteri pertanian Queenslad baru kembali dari China untuk berbicara dengan importir di China dan siap memulai impor daging kangguru. Macro Meats bekerjasama dengan New Hope Group Ltd, salah satu operator bisnis pertanoan terbesar di China dan dua perusahaan lain untuk memulai penjualan daging kangguru di China.
Rencananya daging kangguru akan mulai dijual terbatas pada konsumen menengah ke atas dan tidak akan dijual bebas di supermarket.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN