Dari Biji Kopi Mentah sampai Secangkir Kopi dengan Satu Mesin

Dari Biji Kopi Mentah sampai Secangkir Kopi dengan Satu Mesin

Fitria Rahmadianti - detikFood
Senin, 18 Nov 2013 12:01 WIB
Foto: Kickstarter
Jakarta - Secangkir kopi perlu melewati banyak tahapan. Mulai dari petani sampai kedai kopi, ada sekitar 17 lembaga yang harus dilewati. Anda baru menikmatinya enam bulan kemudian. Benarkah kopi sesegar seperti yang dipromosikan?

Seperti slogannya 'Let's Change Coffee. Together.', perusahaan Bonaverde berusaha memangkas panjangnya rantai produksi dan distribusi kopi. Selama dua tahun, mereka mengembangkan mesin kopi canggih.

Mesin kopi ini bisa memanggang, menggiling, hingga menyeduh kopi dalam total waktu 12 menit saja. Petani kopipun bisa menjual biji kopi hijau langsung ke konsumen, sehingga petani diuntungkan. Konsumenpun bisa menikmati secangkir kopi yang benar-benar segar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anda bisa mengontrol enam tingkat kehitaman biji kopi yang dipanggang serta seberapa halus kopi bubuknya setelah digiling. Anda juga bisa menyesuaikan jumlah air dan kopinya untuk mengatur kepekatan minuman Anda.

Ukurannya hampir sama dengan mesin kopi rumahan standar, yakni 347x299x255 mm dengan berat 9 kg. Mesin ini bisa menghasilkan 1-12 cangkir kopi. Untuk menghemat waktu, sambil menggiling biji kopi, mesin ini juga memanaskan air untuk menyeduh kopi.

Saat ini Bonaverde masih mengumpulkan dana untuk mengembangkan mesin tersebut. Bagi Anda yang tertarik, Anda bisa memesan Machine Package senilai Rp. 3,3 juta di situs Kickstarter. Paket ini sudah termasuk mesin kopi, 3 kg biji kopi hijau, kantung goni, serta biaya kirim ke seluruh dunia.

Biji kopi mentahnya diperoleh dari para petani di Nicaragua, Costa Rica, Ethiopia, India, dan Brazil. Namun, Bonaverde memiliki visi untuk melibatkan petani kopi dari seluruh dunia.

Para petani kopi akan menjual kopi di platform Bonaverde langsung kepada konsumen. Andapun bisa memilih langsung biji kopi yang Anda inginkan. Namun, pengiriman paket baru akan dilakukan Oktober 2014.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads