Kebanyakan film dokumenter kuliner menyoroti produksi makanan atau peringatan mengenai zat berbahaya dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Namun, Spinning Plates berbeda. Film ini berfokus pada tiga restoran dan orang-orang di belakangnya. Tentang makanan pembawa kebahagiaan dan tentang bersantap sebagai pengalaman komunal.
Ia menampilkan restoran Alinea di Chicago, Amerika Serikat, yang telah memenangkan berbagai penghargaan. Pemiliknya adalah Grant Achatz, pakar gastronomi molekul. Alinea adalah contoh restoran kelas atas yang sajian 24 coursenya bisa dinikmati dengan membayar lebih dari $200 (Rp 2,3 juta) per orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Levy telah mengenal Achatz sejak 10 tahun lalu. Ia mengikuti kebangkitan sang chef di bidang kuliner serta perjuangannya melawan kanker. Sementara itu, dua restoran lagi mewakili pola pikir yang ia ingin potret.
"Seperti restoran di selatan Texas, tempat saya tumbuh besar, di mana setiap orang tahu nama Anda dan orang-orang yang sama bersantap di sana setiap pagi. Sebuah tempat di mana makanan menjadi bagian penting dari masyarakat," ujar Levy, seperti dilansir situs Mother Nature Network (07/11/13).
Breitbach's yang berumur 161 tahunpun tak hanya menarik ratusan pelanggan yang berdomisili bermil-mil jauhnya. Restoran ini juga begitu melekat dengan komunitas kecilnya, sampai-sampai para warga bahu membahu membantu pembangunan kembali restoran ini pasca dua kali kebakaran.
"Kota ini tak akan membiarkan restoran tersebut mati, karena kota tersebutpun jadi terasa mati," kata Levy.
Levy menemukan La Cocina de Gabby dari iklan kecil di sebuah koran saat ia sedang mencari tempat makan etnik yang pemiliknya mencari peruntungan di AS. Sang pemilik berjuang mempertahankan restoran tersebut serta rumahnya sendiri.
"Inilah kisah yang ingin saya ceritakan. Orang-orangnyapun cukup terbuka mengisahkannya," Levy berkomentar.
Levy hanya menghabiskan 18 hari syuting pada 2010 dan 2011. Selain ketiga restoran tersebut, pria ini juga menampilkan sedikit bagian tentang Thomas Keller, chef pemilik restoran ternama French Laundry.
"Saya ingin bercerita seseimbang mungkin. Saya ingin menunjukkan hal menarik dari kehidupan di dapur daripada hanya menciptakan keseruan seperti yang dilakukan acara kuliner lainnya. Saya merasa tak ada yang perlu ditambah-tambahi. Menurut saya, tunjukkan saja sebagaimana adanya," Levy berpendapat.
Menurutnya, jadwal produksi yang singkat adalah sebuah kekuatan sekaligus tantangan. "Anda harus mempertajam penuturan cerita dan mengetahui apa yang ingin Anda ceritakan. Namun, Anda juga harus waspada dan memiliki keberuntungan," tutur Levy yang berperan sebagai editor, sutradara, dan produser sekaligus.
Iapun terus mengikuti subyek-subyek filmnya. Untunglah kesehatan Achatz sedang baik kala itu. Restoran Alinea dan Next milik Achatz juga sedang maju, begitupula dengan Breitbach. Sayang, Gabby kini tutup. Namun, Levy berharap ia bisa mengumpulkan dana untuk membantu sang pemilik membuka restoran lagi.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN