Terjebak di Hutan, Pria Ini Terpaksa Makan Anjing Penyelamatnya

Terjebak di Hutan, Pria Ini Terpaksa Makan Anjing Penyelamatnya

Fitria Rahmadianti - detikFood
Rabu, 06 Nov 2013 17:48 WIB
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Terjebak di alam liar tanpa persediaan makanan yang layak memaksa kita memakan apa saja demi bertahan hidup. Pria inipun terpaksa memakan anjing yang telah menyelamatkannya dari hewan buas di hutan rimba.

Juli lalu, Marco Lavoie (44) berencana berpetualang di alam liar Kanada selama tiga bulan. Namun, di awal penjelajahannya, seekor beruang menyerang perkemahan, menghancurkan persediaan makanan dan kano miliknya.

Lavoie selamat dari terkaman beruang karena anjingnya yang berjenis German Shepherd mengejar beruang tersebut hingga menjauh. Bagaimanapun juga, sulit bertahan hidup tanpa makanan selama berhari-hari. Akhirnya, Lavoie membuat keputusan sulit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada hari ketiga, ia terpaksa membunuh anjing penyelamatnya dengan batu dan memakannya demi bertahan hidup. Tak bisa meminta bantuan, Lavoie menghabiskan sekitar tiga bulan sendirian dan kelaparan sebelum akhirnya regu penyelamat datang.

Saat diangkat dengan helikopter dari hutan belantara Nottaway River, berat badan Lavoie telah berkurang setengahnya. Iapun mengalami hipotermia dan tak bisa berbicara. Kini, ia berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Para pakar keselamatan memuji tindakan Lavoie. "Dia selamat karena telah membuat keputusan yang benar. Memakan anjing adalah salah satunya. Anda pasti putus asa, namun tak perlu khawatir memakan anjing. Yang penting ada alasannya," ujar Andre Francois Bourbeau.

Menurut instruktur keselamatan Caleb Musgrave, tindakan tersebut adalah insting alami dari tubuh manusia yang didorong kelaparan ekstrem. "Saat Anda mulai lapar, mood Anda kacau, pikiran terpecah, dan Anda merasakan kram di sekujur tubuh," katanya.

Musgrave menambahkan, di belantara Kanada, hanya sedikit tanaman yang bisa dimakan untuk bertahan hidup. "Ia pasti hampir mati perlahan dan menyakitkan saat ditemukan. Hebatnya, ia bisa bertahan hidup selama itu, hampir tanpa perlengkapan," puji Musgrave.

Keluarga Lavoie baru melaporkan hilangnya pria ini beberapa minggu lalu setelah ia tak kembali dari perjalanan solonya ke Danau Matagame. Lavoie ditemukan di hari ke-8 pencarian, namun helikopter tak bisa merapat. Jadi, tim SAR harus menggotong Lavoie sepanjang 1,6 km menuju helikopter.

Beberapa pakar keselamatan setuju bahwa kondisi rimba Nottaway River keras. Suhunya bisa anjlok di bawah titik beku. Pendaki yang paling berpengalamanpun bisa gagal menaklukkannya.

Andre Diamond, warga yang tinggal di sebuah pulau di mulut Nottaway River, mengatakan bahwa ia telah memeringatkan Lavoie untuk menjauh. Namun, Lavoie mengaku tak takut.

"Sungai itu bukan untuk dijelajahi sendirian. Pengembara lain pernah ke sana dan tak kembali setelah lebih dari 20 atau 30 tahun," tutur Diamond, seperti dilansir Daily Mail (02/11/13).

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads