Restoran Kentucky Fried Chicken di Suriah Akhirnya Tutup

Restoran Kentucky Fried Chicken di Suriah Akhirnya Tutup

- detikFood
Selasa, 05 Nov 2013 10:48 WIB
Foto: ifood.tv
Jakarta - Saat ini, situasi dan kondisi di Suriah sangat tidak stabil akibat konflik yang berkepanjangan. Setelah berjuang lebih dari 2,5 tahun di Suriah, jaringan restoran KFC, akhirnya menutup semua restorannya pada bulan Oktober 2013.

Seperti yang dilansir di iFood (1/11/2013), KFC cabang Suriah yang telah dibuka sejak tahun 2006 ini akhirnya memutuskan untuk menutup semua cabang restorannya yang ada di Suriah. Padahal, restoran KFC ini sejak tahun 2006 sudah menjadi restoran Amerika pertama yang terkenal di Suriah.

Akan tetapi, karena masalah konflik yang terus berkepanjangan, produksi ayam lokal pun terus menurun. Akibat keterbatasan jumlah ayam lokal, KFC mau tidak mau harus mengimpor ayam dari negara lain yang lebih mahal, sehingga keuangan KFC Suriah jadi melemah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, penyebab keuangan KFC Suriah juga bertambah anjlok karena masalah lain. Seperti pendistribusian bahan baku yang terhambat akibat jalanan rusak dan harga solar yang naik sekitar 600 persen.

Hal ini makin diperparah dengan ketersediaan mata uang Suriah yang sedikit beredar di pasaran sehingga mengakibatkan meningkatnya jumlah pengangguran, sebesar 49 persen pada awal tahun 2009. Karena banyaknya pengangguran dan bahan makanan yang sedang rawan, maka banyak warga Suriah yang enggan untuk membeli ayam di KFC lagi.

Oleh karena sudah tidak bisa bertahan lagi, restoran KFC di Suriah akhirnya memilih untuk tutup pada akhir Oktober 2013 ini. Restoran KFC Suriah ini juga menjadi salah satu perusahaan asing terakhir yang memutuskan untuk angkat kaki dari Suriah.

Walaupun sudah tutup di Suriah, KFC masih tetap menjadi restoran Amerika yang populer di negara-negara Timur Tengah, bahkan di jalur Gaza. Saking terkenanya KFC di Libya dan Irak, restoran ayam goreng ini bahkan dibuat tiruannya dengan nama β€œUncle Kentucky”, dan cabang restorannya juga tersebar di kota-kota seperti Tripoli dan Fallujah.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads