Mantan Narapidana Kasus Mafia Ini Buka Restoran Bertema Mafia

Mantan Narapidana Kasus Mafia Ini Buka Restoran Bertema Mafia

- detikFood
Sabtu, 02 Nov 2013 09:14 WIB
Foto: associated press
Jakarta - Saat Angelo Lutza diadili karena penipuan pada tahun 2001, ia dengan tegas membantah keberadaan mafia. Tapi, saat ini ia menggunakan masa lalunya untuk mempromosikan restoran terbarunya yaitu Kitchen Consigliere.

Nama restoran sengaja di tuliskan dengan karakter huruh mirip The Godfather, bedanya di atas kiri terdapat gambar topi koki. Tema mafia diperjelas dengan lukisan dinding di dinding tengah restoran yang memperlihat Angelo semeja dengan John Gotti dan tokoh fiksi Tony Soprano. Terlihat juga tangkai lampu diganti dengan senjata 9 mm.

Angelo Lutz (49) sendiri lahir di South Philadelphia. Ia adalah satu dari tujuh pria yang ditangkap dengan dugaan menjadi anggota Mafia pada tahun 200. Pemerintah menyatakan Lutz adalah bandar taruhan dan pengumpul hutang untuk Mafia. Angelo dijatuhi hukuman penjara sembilan tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di malam sebelum ia melangkah masuk dalam penjara, ia memasak untuk pesta yang ia buat bersama reporter TV dan keluarga. Di malam itu, ia mendapat julukan "the kitchen consigliere”, dengan consigliere berarti anggota Mafia.

β€œSaya tidak pernah menganggap diri saya sebagai gangster, pemerintah menyatakan saya sebagai gangster. Mereka menganggap saya rekan mafia, tapi saat ini saya adalah seorang businessman,” tutur Angelo kepada Associated Press (01/11/2013).

Di penjara, berat badannya naik hingga 181 kg dan ia belajar lebih banyak teknik memasak. Saat ia keluar penjara tahun 2008, Angelo belajar memasak lewat beberapa online cooking show sebelum membuka restoran pertama di Collingswood, New Jersey ini.

Ia menggalang dana hampir $100.000 atau sekitar Rp 1.134.000.000 dari investor dan masyarakat untuk renovasi dan membangun restoran gaya Italia klasik tersebut. Minggu lalu, ia berpindah dari restoran dengan 11 meja ke tempat dengan luas tiga kali lipat.

Rencananya Angelo tidak ingin berhenti dengan restoran di Collingswood. Ia telah merancang untuk franchise di beberapa kota yang terkenal dengan kegiatan gangster, mematenkan brandnya, dan mulai membentuk yayasan untuk membantu mantan narapidana menjadi pengusaha.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads