Nenek Ini Tewas Usai Menelan Pecahan Kaca dalam Mustard

- detikFood Jumat, 18 Okt 2013 09:48 WIB
Foto: Ian Whittaker/INS News Agency
Jakarta - Sehelai rambut dan pecahan kulit telur adalah benda asing yang paling sering kita temui dalam makanan dan minuman. Namun, nenek ini malah menemukan pecahan kaca dalam mustardnya. Nahas, iapun tewas usai menelannya.

Fay Wesley (68) memasak steak, kacang polong, dan dumpling untuk dirinya dan suaminya, Alan, pada 14 Maret 2013 di rumah mereka di Berkshire, Inggris. Fay memilih menambahkan English mustard pada steaknya, sementara sang suami mengoleskan French mustard.

Berdasarkan keterangan di pemeriksaan, usai makan Fay langsung merasa sangat tidak enak badan. "Ia memegangi tenggorokannya dan mengatakan 'Ada pecahan kaca di mulut saya'. Ia lalu mengeluarkannya. Panjangnya sekitar 2,5 cm dengan ketebalan sekitar 0,6 cm," kenang Alan di persidangan.

Kalimat terakhir yang Fay ucapkan kepada suaminya adalah 'Tepuk-tepuk punggung saya' sebelum wanita ini mulai panik dan berusaha berlari keluar rumahnya. Namun, para tetangga yang termasuk seorang pensiunan polisi membaringkan Fay di pintu masuk rumahnya untuk menenangkan nenek ini sebelum paramedis tiba.

Fay dilarikan ke Royal Berkshire Hospital di Reading kemudian dipindahkan ke Southampton General Hospital, Hampshire. Di sinilah ia meninggal pada siang hari tanggal 21 Maret 2013. Ia tak bisa bernafas setelah tenggorokannya mulai membengkak. Saluran udaranya terhambat ketika pecahan kaca tersebut menusuk arteri carotidnya.

Detektif Emma Daly dari Kepolisian Thames Valley memaparkan hasil pemeriksaannya di persidangan. "Ada sekitar 30 pecahan kaca yang ditemukan di mustard. (Namun) tak terlihat kerusakan di botol," katanya, seperti dilansir Daily Mail (09/10/13). Selain itu, tak ada pecahan kaca di sisa hidangan Fay. Pencarian peralatan kaca di rumah pasangan Wesley juga tak menemukan indikasi dari mana asal beling tersebut.

Penyelidik kejadian kriminal forensik Stuart Gray mengatakan bahwa asal mustard tak diketahui karena isinya berbeda dengan label di botolnya. "Botolnya memiliki label yang sangat tua dan usang dengan tanggal 'sell-by' 2011, sepertinya dari Marks and Spencer," ujarnya.

Gray menambahkan, tak ditemukan pula pecahan kaca dalam hidangan Alan. "Satu-satunya perbedaan antara hidangan Anda berdua adalah Anda memakai French mustard, sementara ia menggunakan English mustard," komentarnya kepada Alan.

(fit/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com