Whisky yang Diminum di Ruangan Merah Terasa Lebih Manis

Whisky yang Diminum di Ruangan Merah Terasa Lebih Manis

Fitria Rahmadianti - detikFood
Kamis, 10 Okt 2013 18:06 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Rasa makanan dan minuman ternyata bisa dipengaruhi faktor luar. Sebelumnya Profesor Charles Spence dari University of Oxford membuktikan bahwa warna dan berat peralatan makan dapat mengubah rasa makanan. Kini, ia menunjukkan bahwa suasana ruangan bisa memengaruhi rasa whisky.

Spence melakukan eksperimen pertama di dunia terkait pengaruh lingkungan pada persepsi rasa di Singleton Sensorium, London, Inggris. Sebanyak 300 orang ditempatkan di tiga ruangan dengan lingkungan berbeda sambil meminum whisky single malt yang sama. Mereka lalu diminta menilai rasa yang mereka cicipi di setiap ruangan.

Ruangan pertama diterangi lampu hijau serta dihiasi rumput dan tanaman asli. Terdengar suara mesin pemotong rumput, domba, dan aroma pedesaan. Sementara itu, ruangan kedua diisi dengan buah-buahan yang bulat dan berwarna merah. Lonceng angin dipasang di langit-langit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di ruangan ketiga, terdapat panel-panel kayu serta suara kayu bakar meretih. Hasilnya? "Tingkat rasa rumput di ruangan pertama 15-20% lebih tinggi dibanding ruangan kedua atau ketiga," ujar Spence seperti dilansir Daily Mail (09/10/13).

Rasa manis whisky di ruangan merah sekitar 10% lebih tinggi dibanding kedua ruangan lainnya. Seperti dapat diduga, whisky yang diminum di ruangan kayu akan memberikan citarasa seperti kayu.

"Ternyata ruangan bisa digunakan untuk 'membumbui' dan mengeluarkan rasa minuman," Spence menarik kesimpulan tentang risetnya yang dimuat di jurnal Flavour.

Menurutnya, penelitian ini berdampak signifikan bagi siapapun yang ingin meningkatkan pengalaman whisky mereka di bar, restoran, atau bahkan di rumah sendiri.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads